Beranda Politik dan Pemerintahan <strong>Karanglo Dideklarasikan Jadi Kampung Lele, Jika Pesan Hubungi Disini</strong>

Karanglo Dideklarasikan Jadi Kampung Lele, Jika Pesan Hubungi Disini

0
<strong>Karanglo Dideklarasikan Jadi Kampung Lele, Jika Pesan Hubungi Disini</strong><br />
<b>Deprecated</b>:  strip_tags(): Passing null to parameter #1 ($string) of type string is deprecated in <b>/home/transver/public_html/wp-content/themes/Newsmag/loop-single.php</b> on line <b>60</b><br />

Mojokerto (transversalmedia) – Lingkungan Karanglo, kelurahan Wates Kecamatan Magersari mendeklarasikan sebagai kampung lele. Hal ini menjadi atensi Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari untuk mensupport kelompok budidaya ikan lele dengan di beri nama ‘Wahyu Lele’. 

Orang nomor satu yang akrab dipanggil Ning Ita ini, mengunjungi kelompok budidaya ikan lele Wahyu Lele 2 di Karanglo I/32 kelurahan Wates, kecamatan Magersari, bersama dengan Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) M Hekamarta Fanani S.TTP MSi, Camat Magersari Soegeng Rijadi Prajitno SH, dan Lurah Wates Amanullah Widi Prawiro Buwono SH. Kamis (16/2/2023). 

Ning Ita sebagai ibunya kota Mojokerto turut membantu mempromosikan budidaya lele dengan hasil segala olahan ikan lele serta mendeklarasikan sebagai kampung lele. “Di sini sudah ada lebih dari 40 bioflok yang dibudidayakan ikan lele secara masif dalam satu lingkungan”, katanya.

Dengan menetapkan Karanglo sebagai kampung budidaya ikan lele, Ning Ita mengharapkan. “Akan lebih banyak masyarakat dari berbagai daerah yang membutuhkan ikan lele, bisa membeli lanjutnya di kampung lele Karanglo, kelurahan Wates, kecamatan Magersari, kota Mojokerto”, harapnya.

Pemkot Mojokerto kedepan akan mengintegrasikan budidaya ikan lele dengan kelompok-kelompok budidaya maggot. “Budidaya maggot akan kita lakukan masif di 18 kelurahan se kota Mojokerto dalam mengurangi timbunan sampah basah atau organik”, tuturnya.

Sampah di kota Mojokerto semakin banyak jumlahnya seiring dengan semakin banyak jumlah penduduk dan semakin padatnya permukiman. Maka ini adalah salah satu solusi yang terintegrasi dan berkelanjutan karena sampah organik menjadi makanan maggot dan maggot sebagai makanan lele.

Dengan mensosialisasikan maggot sebagai pakan lele yang kaya nutrisinya akan meningkatkan perekonomian masyarakat secara luas. Hal ini gizinya tidak kalah dengan pakan lele dari pabrikan.

Selain budidaya ikan lele, Karanglo juga memproduksi berbagai olahan ikan lele. “Di sini juga ada lele yang sudah dimarinasi, lele siap konsumsi, tinggal digoreng. Juga ada berbagai olahan lele lainnya. Bisa langsung dipesan wahyu lele 2 dengan menghubungi nomor whatsapp 085785338676”, katanya.

Sementara itu, Plt. Kepala DKPP Moch Hekamarta Fanani S.TTP MSi mengatakan, kelompok budidaya di kampung lele Karanglo ini embrionya dari inkubasi wirausaha yang dicanangkan Wali Kota sejak tahun 2020. “Ini contoh dari KUBE yang sudah berhasil, dari satu kelompok menjadi satu lingkungan. DKPP akan support,  terus memberikan pendampingan teknis dan akan berkolaborasi dengan DLH terkait dengan budidaya maggot karena untuk budidaya maggot ada di DLH”, jelasnya.

Sedangkan, Camat Magersari Soegeng Rijadi Prajitno SH mengatakan, wirausaha yang asalnya dari KUBE dan berkembang menjadi satu lingkungan akan dipertahankan dan dikembangkan. “Ini merupakan kolaborasi antara kelurahan, kecamatan, DKPP, dan DLH. Sehingga, Monevnya (monitoring dan evaluasi) juga akan dilakukan bersama”, tegasnya.

Sedangkan Ketua Kelompok Budidaya Wahyu Lele 2, Totok Winarno menjelaskan, budidaya lele di kelompoknya diawali dari delapan bulan lalu. “Sudah tiga kali panen. Keuntungannya, hampir 50 persen dari modal. Lumayan untuk menambah perekonomian keluarga”, katanya. 

(Gon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here