Beranda Politik dan Pemerintahan Pemkot Mojokerto Raih Penghargaan TOP 45 KIPP, Canting Gula Mojo

Pemkot Mojokerto Raih Penghargaan TOP 45 KIPP, Canting Gula Mojo

0
Pemkot Mojokerto Raih Penghargaan TOP 45 KIPP, Canting Gula Mojo

Mojokerto (transversalmedia) – Pemerintah kota Mojokerto menyabet lagi penghargaan TOP 45 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) dari program Canting Gula Mojo (Cegah Stunting, Gerak Unggul Pemberdayaan Masyarakat kota Mojokerto). Hal diumumkan langsung oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) melalui media sosial Youtube.

“Kita menjadi salah satu pemenang Top Inovasi Pelayanan Publik Terpuji dari Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) di lingkungan Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, Badan Usaha Milik Negara, dan Badan Usaha Milik Daerah tahun 2023”,  kata kepala Bagian Organisasi – Sekretariat Daerah Pemerintah kota Mojokerto, Febriananda Tejo Pratiwi, S.STP, M.Si. Rabu (23/8/2023).

Dari hasil pengumuman Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) Ada 10 kota se-Indonesia dalam Nomor : B/404/PP.00.05/2023, kota Mojokerto mampu meraih salah satu kategori terbaik TOP 45 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2023.  

“Penyerahan penghargaan, kapan saya tidak tahu persis, kemungkinan bulan Oktober atau november tahun ini di Jakarta”, terangnya.

Sebelumnya, bulan juli yang lalu, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari memaparkan  inovasi Canting Gula Mojo. Canting Gula Mojo hadir untuk diimplementasikan dari hulu ke hilir, mulai dari remaja putri, calon pengantin, Ibu hamil, Ibu pascasalin, hingga Balita.

“Canting Gula Mojo ini mengkolaborasikan tiga arahan Presiden RI pada Rakornas Kepala Daerah dan Forkopimda di JCC Senayan, SICC Sentul beberapa waktu yang lalu. Terkait Penanganan Stunting, Kemiskinan Ekstrim, serta Belanja Produk dalam Negeri”, jelas Wali Kota yang akrab dipanggil Ning Ita.

Canting Gula Mojo dapat mempercepat peningkatan status gizi risiko stunting di Kota Mojokerto dengan melibatkan berbagai OPD di antaranya dinas sosial, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, kecamatan, kelurahan, puskesmas, badan perencanaan pembangunan daerah, penelitian dan pengembangan, dinas ketahanan pangan dan pertanian, dinas pendidikan dan kebudayaan serta Kemenag.

“Saya yakin, dengan sinergi dan kolaborasi kita semua mampu bersatu untuk meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan suatu daerah”, pungkas Ning Ita. 

(Gon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here