Beranda Politik dan Pemerintahan Tangan Dingin Ning Ita Borong Lima Penghargaan Sehari

Tangan Dingin Ning Ita Borong Lima Penghargaan Sehari

0
Tangan Dingin Ning Ita Borong Lima Penghargaan Sehari

Mojokerto (transversalmedia) – Pengabdian Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari yang akrab dipanggil Ning Ita segera berakhir pada hari Minggu (10/12/2023). Namun pada hari senin (4/12/2023), memberi kenang-kenangan yang terbaik untuk kota Mojokerto yaitu memborong 5 penghargaan dalam sehari.

Paginya Ning Ita menerima penghargaan tingkat nasional, Anindhita Wistara Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) di Jakarta. Kemudian pada Malam Anugerah Keterbukaan Informasi Publik (KI Award) di Surabaya, Kota Mojokerto mendapat empat penghargaan, perolehan terbanyak se-Jawa Timur.

Empat penghargaan dari Komisi Informasi Jatim tersebut antara lain Kategori Umum Kualitas Informasi Terbaik, Sarana dan Prasarana Terbaik, Kategori Informatif dan Badan Publik Terfavorit dengan raihan nilai tertinggi 98,64 dari 38 Kabupaten/ Kota se-Jatim.

“Alhamdulillah, luar biasa. Hari ini Kota Mojokerto mendapat lima penghargaan sekaligus. Ini tentu berkat kerjasama luar biasa dari seluruh jajaran. Untuk KI Award, ini membuktikan prestasi ini bukan sesuatu yang mustahil”, katanya seusai acara.

Perlu diketahui, penghargaan dari BPS tersebut adalah wujud apresiasi atas komitmen dan capaian pemkot dalam Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS). Dari Jawa Timur, Kota Mojokerto menjadi satu dari tiga daerah yang menerima penghargaan tersebut.

Sedangkan terkait perjalanan Kota Mojokerto dalam meraih penghargaan KI Award, tahun 2020 masih kategori D, tidak informatif. Namun, di tahun berikutnya naik signifikan menjadi Informatif Kategori A.

Di tahun 2022, Kota Mojokerto selain mempertahankan Kategori Informatif, juga meraih penghargaan di dua kategori lainnya. Prestasi tersebut terus meningkat, hingga tahun ini meraih empat penghargaan, jumlah terbanyak di antara daerah lainnya.

“Tahun ini, Kota Mojokerto berhasil meraih Terfavorit. Artinya, tantangan berikutnya adalah bagaimana mempertahankan prestasi tersebut. Sehingga komitmen dan sinergi dalam pelayanan keterbukaan informasi publik ini harus diperkuat lagi,” tegas sosok yang akrab disapa Ning Ita ini.

Mengingat keterbukaan informasi publik sejatinya bukan sekadar kepatuhan terhadap kewajiban, melainkan sebagai strategi dalam mensukseskan suatu program, meningkatkan demokrasi dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan pemerintahan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here