Mojokerto (transversalmedia) – Pemerintah kota Mojokerto melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tahun 2027 tingkat kelurahan di Kelurahan Gunung Gedangan. Yang dilaksanakan di gedung aula kelurahan Gunung Gedangan. Senin (19/01/2026).
Tampak hadir, Wali Kota Mojokerto (Ika Puspitasari), Kepala Bapperida (Riyanto SH MSi), Camat Magersari (Setiyo Budi Utomo SE), Lurah Gunung Gedangan (Andika Dewantara, S.STP,M.Med.Kom).
Lurah Gunung Gedangan mengatakan, Pra Musrenbang Kelurahan Gunung Gedangan tahun 2027 sudah dilaksanakan pada 9 Januari 2026, yang menghasilkan 44 usulan. Dari usulan infrastruktur 42, usulan ekonomi 0, usulan pembangunan 2.
“Dalam melaksanakan musrenbang ini, bertujuan menyelaraskan prioritas pembangunan kelurahan dengan prioritas pembangunan kota Mojokerto dalam forum partisipasi masyarakat”, katanya.
Ia melaporkan, anggaran kelurahan Gunung Gedangan untuk tahun 2025 Rp 891.108 juta, dengan realisasi Rp 843.607 juta dalam capaian 94,67 persen. Sedangkan anggaran tahun 2026 yaitu Rp 764.176 juta dengan sarpras kelurahan 101.788 juta, pemberdayaan masyarakat Rp 662.388 juta.
Sedangkan, Kepala Bapperida kota Mojokerto, Riyanto SH MSi mengatakan kamus usulan musrenbang meliputi infrastruktur, pembangunan manusia , ekonomi.
Infrastruktur
- Pembangunan dan pemeliharaan jalan dan jembatan.
- Pemeliharaan / rehab saluran.
- Pembangunan dan pemeliharaan taman.
- Pemasangan rambu lalu lintas.
- Pemasangan PJU
- Dll
Pembangunan Manusia
- Pengadaan peralatan seni budaya.
- Pengadaan alat musik tradisional.
- Penyediaan alat bantu bagi disabilitas.
- bantuan sosial, bantuan pangan non tunai,
- Dll
Ekonomi
- Pelatihan budidaya perikanan dan peternakan.
- Pelatihan barista
- Pelatihan desain grafis
- Fasilitasi pendampingan UKM
- Pelatihan manajemen koperasi.
- Dll
Sementara, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menjelaskan, “Ketahanan ekonomi dan sosial budaya menjadi sangat penting di tengah dinamika geopolitik global yang masih berpengaruh terhadap perekonomian nasional. Karena itu, daerah harus mampu bertahan dengan mengoptimalkan potensi unggulan yang dimiliki”, tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ning Ita menyoroti pembangunan Sentra Produksi Pangan Gizi (SPPG) dan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Kelurahan Gununggedangan sebagai peluang strategis bagi penguatan ekonomi lokal. Kedua program nasional tersebut dinilai sejalan dengan upaya meningkatkan daya saing sektor unggulan daerah.
“Pembangunan SPPG dan KKMP di Gununggedangan ini adalah peluang besar. Potensi lokal harus bisa terhubung dengan program nasional. Warga Gununggedangan bisa menjadi pemasok kebutuhan pangan, bahan baku, maupun produk unggulan yang dikelola melalui koperasi,” jelasnya.
SPPG yang dikelola oleh Badan Gizi Nasional diharapkan mampu membuka akses pasar bagi pelaku usaha lokal, khususnya di sektor pangan. Sementara itu, KKMP menjadi wadah penguatan ekonomi kerakyatan berbasis koperasi, sekaligus etalase produk unggulan masyarakat Gununggedangan.
Ning Ita juga menyampaikan bahwa meskipun anggaran kelurahan mengalami penyesuaian akibat kebijakan nasional, pembangunan di Kelurahan Gununggedangan tetap didukung melalui berbagai alokasi anggaran perangkat daerah. Pada tahun 2025, total realisasi pembangunan di wilayah ini mencapai lebih dari Rp1,6 miliar yang bersumber dari lintas perangkat daerah.
“Musrenbang ini menjadi ruang partisipasi masyarakat untuk menentukan prioritas pembangunan. Dengan anggaran yang terbatas, kita harus memilih program yang benar-benar berdampak dan mampu memperkuat ekonomi serta kesejahteraan warga,” tegasnya.
Melalui Musrenbang Kelurahan Gununggedangan, Pemerintah Kota Mojokerto berharap sinergi antara program nasional, daerah, dan potensi lokal dapat terwujud secara optimal, sehingga pembangunan yang dilaksanakan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan mendorong kemandirian ekonomi berbasis sektor unggulan daerah.
(Gon)

