Musrenbangkel Kelurahan Wates Terima 66 Usulan

Mojokerto (transversalmedia) – Kelurahan Wates menyelenggarakan musyawarah perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan tahun 2027. Di aula kelurahan Wates. Jumat (23/01/2026).

Tampak hadir, Wali Kota Mojokerto (Ika Puspitasari), Kepala Bapperida kota Mojokerto (Riyanto SH MSi), kepala OPD,  Camat Magersari (Setiyo Budi Utomo SE) dan Lurah Wates (Eka Andriansyah S.STP).  

Lurah Wates, Eka Andriansyah S.STP mengatakan, dalam pelaksanaan musrenbang wates di tahun 2027, sebelumnya sudah diadakan kegiatan Pra Musrenbang Kelurahan Wates yang dilaksanakan 15 Januari 2026.

“Kelurahan Wates menerima 66 usulan yang terdiri dari usulan bidang infrastruktur 51, bidang ekonomi 7 ekonomi, serta bidang sosial 8 usulan”, tuturnya.

Sebagai pertanggungjawaban anggaran di tahun 2025, mencapai Rp 3,485 miliar, yang mampu merealisasi Rp 3,234 miliar dengan capaian 91,70 persen.

“Kami kelurahan Wates berterima kasih sebesar-besarnya kepada Ibu Wali Kota Mojokerto, atas terlaksananya beberapa usulan di bidang infrastruktur, seperti pavingisasi, posyandu. Pembangunan tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat menerima manfaat bagi warga kelurahan Wates”, ucapnya.  

Sementara itu, Ning Ita juga menekankan seluruh usulan yang disampaikan masyarakat melalui Musrenbang harus mengacu pada tema pembangunan tahunan yang telah ditetapkan. Untuk tahun 2027, Pemerintah Kota Mojokerto menetapkan tema pembangunan yakni meningkatkan ketahanan ekonomi dan sosial budaya melalui daya saing sektor unggulan daerah.

“Usulan harus sesuai dengan tema tahun 2027. Kalau sesuai dengan tema dan anggarannya cukup, pasti akan kita akomodir dan direalisasikan,” jelasnya.

Ning Ita juga menjelaskan bahwa ketahanan ekonomi daerah perlu dibangun dari potensi lokal agar mampu berdiri secara mandiri dan tidak bergantung pada faktor eksternal. Oleh karena itu, perencanaan pembangunan diarahkan pada penguatan sektor unggulan daerah yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

Ia juga menegaskan bahwa aspek sosial menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah, khususnya melalui penguatan nilai gotong royong sebagai akar budaya bangsa. Menurutnya, ketahanan sosial budaya perlu terus diperkuat agar masyarakat memiliki kepedulian dan kebersamaan dalam menjaga lingkungannya.

“Gotong royong kita kuatkan kembali, karena ini adalah akar budaya bangsa kita. Ada kepedulian masyarakat di masing-masing lingkungan untuk menjaga lingkungannya,” ucapnya.

Melalui Musrenbang Kelurahan ini, Pemerintah Kota Mojokerto mendorong masyarakat untuk mengusulkan program-program prioritas yang tidak hanya menjawab kebutuhan warga saja, tetapi juga mampu memperkuat ketahanan sosial budaya sebagai pondasi pembangunan ekonomi daerah.

Dengan pelaksanaan Musrenbang yang dilakukan secara berjenjang, Pemerintah Kota Mojokerto memastikan setiap usulan pembangunan selaras dengan visi dan misi daerah serta berkontribusi terhadap pencapaian target pembangunan di tingkat yang lebih luas.

(Gon)

Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terpopuler