Musrenbangkel Pulorejo 2027, Tampung 25 Usulan

Mojokerto (transversalmedia) – Kelurahan Pulorejo menggelar kegiatan rutin tahunan,  musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan tahun 2027 di kelurahan Pulorejo, kecamatan Prajuritkulon, kota Mojokerto. Rabu (4/2/2026).

Tampak hadir, Wali Kota Mojokerto (Hj Ika Puspitasari SE), Kepala Bapperida Kota Mojokerto (Riyanto SH MSi), Kepala OPD, Camat Prajuritkulon (Riaji SH), dam Lurah Pulorejo (Pudjiati Purwaningsih SE MM).

Lurah Pulorejo, Pudjiati Purwaningsih SE MM mengatakan sebelum musrenbang dilaksanakan, kelurahan Pulorejo menggelar pra musrenbang yang dilaksanakan pada tanggal 15 Januari 2026 di pendopo kelurahan Pulorejo.

“Yang menghasilkan 25 usulan dengan rincian bidang infrastruktur 15 usulan, bidang ekonomi 5 usulan, dan bidang sosial 5 usulan”, katanya.

Sementara itu, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari dalam sosialisasinya menjelaskan program Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) yang merupakan program pemerintah pusat.

“Pak Presiden akan meluncurkan program baru yang Inpres-nya masih dalam tahap penggodokan, tapi dalam Rakornas kemarin sudah disampaikan. Namanya ASRI”, katanya.

Wali Kita yang akrab disapa Ning Ita ini, ASRI ini dua hal yang akan menjadi sasaran. Pertama, terkait dengan kebersihan lingkungan seperti halnya program RT Berseri di Kota Mojokerto. Dan ke dua, terkait dengan gotong royong.

“Jadi, saya sudah mendahului bikin RT Berseri, ternyata Pak Presiden akan melaunching ASRI namanya. Ini Inpres-nya masih dalam penggodokan, nanti akan segera disosialisasikan ke daerah-daerah,” katanya.

Kenapa kok ASRI, lanjut Ning Ita. Yang terpenting dalam kebersihan lingkungan dan gotong royong ini bahwa kota-kota di seluruh Indonesia sedang darurat sampah.

“Maka kemarin Pak Presiden langsung menugaskan Dandim, Kapolres, dan bupati/wali kota seluruh Indonesia untuk melakukan kerja bakti memungut sampah secara berkala,” ungkapnya.

Ning Ita juga menuturkan bahwa beberapa hari yang lalu dirinya belajar ke Jepang mengikuti workshop pengelolaan sampah atas undangan pemerintah Jepang.

“Saya sudah tiga tahun mendapat pendampingan dari beberapa perusahaan Jepang terkait dengan manajemen sampah di Kota Mojokerto. Pemilahan yang sudah berjalan di TPS 3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle) mampu menurunkan sampah yang dikirim ke TPA Randegan,” tuturnya.

Oleh-oleh dari Jepang ini selanjutnya akan dilakukan kerjasama lanjutan dengan membersihkan sampah di sungai karena Kota Mojokerto dialiri tujuh sungai.

“Paparan saya terakhir di hadapan seluruh narasumber dan peserta bahwa Kota Mojokerto ini kecil tapi dialiri oleh tujuh sungai. Dan tujuh sungai tersebut tidak ada yang bersih,” tandasnya.

Untuk itu, lanjutnya, Kota Mojokerto butuh mesin untuk menjaring sampah yang ada di sungai.

“Kemarin TBM (Taman Bahari Majapahit) sudah diaktifkan, tapi sampahnya banyak. Hulu sungai di Kota Mojokerto dari luar kota. Warga kita jangan ikut-ikutan buang sampah ke sungai”, pungkasnya.

(Gon)

Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terpopuler