Disdikbud Kota Mojokerto Melalui Zona Art, Perkenalkan Anak-Anak Melukis

Mojokerto (transversalmedia) – Pemerintah kota Mojokerto melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menunjukkan kepeduliannya terhadap komunitas para seniman lukis melalui Zona Art. Kegiatan ini rutin diadakan setiap bulan, pada 2 minggu sekali yang diselenggarakan di alun-alun Wiraraja kota Mojokerto.

Kepala Disdikbud kota Mojokerto, Agung Moeljono Soebagijo SH MH, dengan didampingi Kabid Kebudayaan, Vitria Candra Dewi SH MM mengatakan acara ini bertujuan menghidupkan ruang publik dan menjadi wujud dukungan pemkot bagi seniman lokal, meskipun pelaku seni mengharapkan peningkatan pendampingan program kedepannya.

“Maksudnya, kita meningkatkan animo masyarakat terhadap lukisan serta pasar seni. Serta bertujuan memperdekat seni rupa dengan masyarakat dan menyediakan ruang ekspresi bagi perupa”, katanya. Rabu (11/2/2026).

Dijelaskan, karya seniman para lukis ini, menampilkan banyak lukis yang diciptakan oleh seniman lukis dari Mojokerto. Di Mojokerto, “Zona Art” adalah nama yang digunakan untuk inisiatif kolaborasi dan pameran seni lukis lokal.

“Bukan hanya itu saja, tujuannya menghidupkan ruang publik melalui kegiatan seni dan menjadi wadah bagi seniman lokal untuk memamerkan karya mereka kepada khalayak yang lebih luas dan memberikan pelatihan bagi anak-anak untuk melukis”, ujarnya.

Menurut Ketua Panitia, Agus Buyut, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pasar Seni Mojokerto untuk terus menjaga keberlangsungan seni rupa di ruang publik.

“Zona Art 2026 ini kami rancang sebagai ruang kolaborasi. Alun-alun dipilih agar seni bisa lebih dekat dengan masyarakat, tidak eksklusif, dan bisa dinikmati siapa saja”, ujarnya.

Sementara itu, Mafrukan Ali, seniman lukis asal Mojokerto, menilai pameran di ruang terbuka memiliki makna penting bagi perkembangan seni lokal. Menurutnya, kehadiran seni di ruang publik seperti alun-alun mampu membangun dialog langsung antara karya dan masyarakat.

“Pameran semacam ini bukan hanya soal memajang lukisan, tetapi menghadirkan pengalaman. Masyarakat bisa melihat proses, merasakan suasana, dan menyadari bahwa seni adalah bagian dari kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Melalui Gelar Kolaborasi Zona Art 2026, Pasar Seni Mojokerto tidak hanya menghadirkan pameran, tetapi juga ruang temu, berbagi gagasan, serta penguatan jejaring antar perupa. Kegiatan ini menjadi penegasan bahwa seni rupa lokal terus tumbuh dan menemukan tempatnya di tengah masyarakat Mojokerto.

Sebagai informasi, acara yang berlangsung di Pendopo Alun-Alun Kota Mojokerto ini dimulai pada Sabtu, 7 Februari pukul 13.00 WIB hingga selesai, dengan agenda utama pameran lukisan. 

Puluhan karya seni rupa dari berbagai seniman ditampilkan, mulai dari lukisan realis, abstrak, hingga tema alam dan kehidupan sehari-hari. Ada lukisan pemandangan air terjun, jalanan kota tua, potret manusia, hingga karya imajinatif seperti kucing lucu dan bunga-bunga cerah yang langsung mencuri perhatian pengunjung, terutama anak-anak.

(Gon)

  

Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terpopuler