Mojokerto (transversalmedia) – Anggota DPRD kota Mojokerto, Agung Soecipto S.Or melaksanakan agenda reses di rumahnya, di jalan Cinde Baru gang 6, kecamatan Prajuritkulon, kota Mojokerto.
Yang mana kegiatan serap dan mendengarkan aspirasi masyarakat di tahun pertama 2025. Agung yang juga sebagai politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mensosialisasikan bahwa Pemerintah pusat telah mengefisiensi anggaran.
Seperti yang disampaikan, hal ini juga berdampak bagi Pemerintah daerah, yaitu Pemerintah kota Mojokerto.
“Anggaran kota Mojokerto terbatas, APBD kita tidak sampai 1 triliun rupiah dan anggaran Pendapatan Asli Daerah (PAD) berkurang yang dulunya 300 miliar menjadi 200 miliar”, jelasnya.
Namun, ia menjelaskan pokok-pokok pikiran (pokir) yang dulunya belum terserap maka akan diperjuangkan kembali.
“Jika ada usulan-usulan yang belum kami penuhi, maka selanjutnya akan kami perjuangkan. Salah satunya normalisasi atau pembenahan gorong-gorong, karena ini bisa menyebabkan banjir, ini menyangkut hidup orang banyak. Saya akan perjuangkan”, tegasnya.
Terkait usulan warga, makam mbah Cinde yang merupakan Cagar Budaya kota Mojokerto, terletak di kelurahan Prajuritkulon.
“Pentingnya merenovasi pembuatan pagar karena makam Mbah Cinde makam keramat juga salah satu cagar budaya yang perlu dilestarikan”, pungkasnya.
(Gon)