Musrenbangkel Prajuritkulon, Menghasilkan 79 Usulan

Mojokerto (transversalmedia) – Pemerintah kota Mojokerto melaksanakan kegiatan musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) tahun 2027 tingkat kelurahan yang diselenggarakan di kelurahan Prajuritkulon. Selasa (20/01/2026).

Lurah Prajuritkulon, Lucky Handono S Pt, mengatakan pra musrenbang kelurahan Prajuritkulon telah dilaksanakan pada hari rabu tanggal 14 Januari 2026 telah menghasil 79 usulan. 

“64 usulan di bidang fisik, 6 usulan di bidang pembangunan manusia, dan 9 usulan di bidang ekonomi. Setelah kami dengan pihak LPM dan beberapa masyarakat, kami meretaskan beberapa fisik dan infrastruktur 10 usulan, ekonomi 5 usulan, dan bidang manusia dan budaya 5 usulan”, katanya. 

Sedangkan, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Mojokerto, Riyanto SH MSi, menyampaikan, dana Kelurahan Prajuritkulon Tahun 2024 senilai Rp 993 juta lebih dengan realisasi sebesar Rp 948 juta lebih atau 95,49%.

Sedangkan pada tahun 2025, Dana Kelurahan Prajuritkulon sebesar Rp 861 juta lebih dengan realisasi sebesar Rp 799 juta lebih atau 92,87%. Dan peda tahun 2026, Dana Kelurahan Prajuritkulon sebesar Rp 801 juta lebih yang terbagi untuk Sapras sebesar Rp 120 juta dan Pemberdayaan Masyarakat sebesar Rp 687 juta lebih.

“Harapan saya, Dana Kelurahan untuk tahun 2026 ini dapat bisa dilaksanakan secara maksimal, sehingga capaiannya tinggi,” harapnya.

Sementara itu, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari meminta agar peserta Musrenbang mencermati Tema Musrenbang Tahun 2027, yakni Meningkatkan Ketahanan Ekonomi dan Sosial Budaya melalui Daya Saing Sektor Unggulan.

“Setiap tahun temanya berbeda-beda. Tema ini diambil dari Visi Misi Wali Kota yang sudah disahkan menjadi Perda RPJMD yang intisarinya adalah Panca Cita,” ujarnya.

Menurut sosok yang akrab disapa Ning Ita ini, ada tiga poin penting dalam tema tersebut, yakni meningkatkan ketahanan ekonomi, meningkatkan ketahanan sosial budaya, dan melalui daya saing sektor unggulan.

“Kenapa ekonomi ini perlu kita jaga, karena kondisi ekonomi Indonesia hingga saat ini belum bisa dikatakan stabil akibat terpengaruh oleh kondisi geopolitik global, dimana terjadi perseteruan antara blok kiri dan kanan,” terangnya.

“Itulah kenapa Presiden Prabowo menguatkan ketahanan pangan, agar Indonesia aman dalam hal pangan meskipun terjadi sesuatu secara global,” imbuhnya.

Sosial budaya juga harus dikuatkan. Harus kembali kepada akar budaya Indonesia, gotong royong harus dikuatkan.

“Gotong royong adalah akar budaya bangsa kita. Bhineka Tunggal Ika merupakan warisan sejarah Majapahit yang kuat kita jadikan sebagai kekuatan untuk ketahanan sosial budaya. Sektor seni, budaya, dan pariwisata warisan Majapahit juga harus dikuatkan kembali”, pungkasnya.

 (Gon)

Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terpopuler