Mojokerto (transversalmedia) – Kelurahan Meri, kecamatan Kranggan kota Mojokerto menyelenggarakan Musrenbang Kelurahan di kelurahan Meri. Selasa (20/1/2026).
Tampak hadir, Tampak hadir, Wali Kota Mojokerto (Ika Puspitasari), Kepala Bapperida kota Mojokerto Riyanto (SH MSi), kepala OPD, Camat Kranggan (Sutilah S.Sos Msi), dan Lurah Meri (Fauzan Hadiyan Ichsan S.STP).
Lurah Meri, Fauzan Hadiyan Ichsan S.STP mengatakan, Kelurahan Meri sudah melaksanakan Pra musrenbang yang dilaksanakan pada tanggal 13 januari 2026.
“Rincian pra musrenbang untuk bidang infrastruktur atau fisik 25 usulan, bidang pembangunan manusia 5 usulan, dan ekonomi 5 usulan. Dengan jumlah total 35 usulan”, katanya.
Ia juga melaporkan, bahwa Kelurahan Meri di tahun 2025 atas hasil kolaborasi pemerintah dan masyarakat telah mendapat penghargaan dari Provinsi Jawa Timur.
“Penghargaan diantaranya ; Kelurahan Meri menjadi kelurahan berseri tingkat Provinsi Jatim, Juara lomba Siskamling 5 terbaik se Provinsi Jatim”, ungkapnya.
Sedangkan, Riyanto SH MSi, menjelaskan Musrenbang 2027 kota Mojokerto mempunya visi misi yaitu ‘Terwujudnya kota Mojokerto yang maju, berdaya saing, berkarakter, sejahtera, dan berkelanjutan’.
“Tema dan fokus pembangunan tahun 2027, bertemakan ‘Meningkatakn ketahanan ekonomi dan sosial budaya melalui daya saing sektor unggulan daerah’”, jelasnya.
Untuk anggaran 2025 bagi kelurahan Meri berkisar Rp 1,304 miliar. Dengan realisasi Rp 1,221 miliar. Dalam capaian 93,67 persen.
Sedangkan Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengapresiasi atas hasil yang dicapai Kelurahan Meri, “Kita berikan aplaus untuk Meri yang sudah sukses mendapatkan penghargaan sebagai Kelurahan Gotong Royong”, ungkapnya.
Jadi, lanjutnya, Siskamling diaktifkan kembali oleh Mendagri sampai dilombakan tingkat nasional karena sejatinya gotong royong itu dikuatkan kembali.
“Makanya dalam Tema Musrenbang Tahun 2027 adalah Menguatkan Ketahanan Ekonomi dan Sosial Budaya Melalui Daya Saing Sektor Unggulan. Gotong royong itu merupakan akar budaya, masuk dalam penguatan sosial budaya,” jelasnya.
Bukan itu saja, Ning Ita juga memuji Kelurahan Meri yang mampu menyerap anggaran cukup tinggi. Dana Kelurahan Meri Tahun 2024 sebesar Rp 1,8 miliar dengan serapan Rp 1,6. Sedangkan tahun 2025 sebesar Rp 1,3 miliar dengan serapan senilai Rp 1,22 miliar. Dan tahun 2026 ini sebesar Rp 1,1 miliar.
“Serapan untuk tahun 2025 sudah cukup baik. Harapan saya, tahun 2026 ini serapannya juga bisa lebih baik,” harapnya.
Menurutnya, serapan anggaran Dana Kelurahan Tahun 2025 yang cukup tinggi tidak lepas dari kelihaian Lurah Meri dalam menggunakan anggaran.
“Lurahnya pinter. Tadi disampaikan dibelikan terop, lurahnya tahu kebutuhan warganya. Nanti lurah-lurah lainnya saya suruh belajar ke Meri. Lurahnya pinter menghabiskan anggaran,” pungkasnya.
(Gon)

