Mojokerto (transversalmedia) – Pemerintah kota Mojokerto melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) memiliki Program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) Terintegrasi. Yang mana program ini bertujuan untuk pencegahan dan pengendalian penyebaran demam berdarah dengue (DBD) di wilayah Kota Mojokerto
Dengan melalui kegiatan monitoring dan evaluasi PSN serentak serta penguatan budaya hidup bersih dan sehat. Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari meninjau kelurahan Miji, tepatnya di lingkungan Sinoman Gang 7.
Tampak hadir mendampingi Wali Kota Mojokerto, Sekdakot Mojokerto (Gaguk Tri Prasetyo ATD MM), Kepala Dinkes PPKB (dr Achmad Rheza, Sp.OG, Subsp. FER), Asisten II (Rachmi Wijayanti), Staf Ahli, Lurah Miji (Achmad Chalimi, SH).
Ia juga mengingatkan agar para kader tetap waspada terhadap berkembangnya nyamuk penyebab DBD meskipun intensitas hujan sudah berkurang. “Kita tidak boleh lelah karena kepedulian masyarakat menjaga kebersihan lingkungan rumahnya sendiri harus terus didorong”, katanya saat bersosialisasi di hadapan warga kelurahan Miji. Jumat (08/5/2026).
Bukan hanya itu saja, Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita mengingatkan angka bebas jentik menjadi salah satu aspek budaya RT Berseri dalam membangun lingkungan sehat dan bersih.
Kepada para kader, Ning Ita menyampaikan bahwa Pemerintah Pusat melalui Presiden Prabowo Subianto telah menggulirkan Gerakan Indonesia Asri yang mewajibkan seluruh instansi pemerintah dan vertikal melaksanakan kerja bakti setiap Jumat.
“Kalau instansinya saja kerja bakti, masa masyarakat tidak mau. Ini harus gotong royong bersama menjaga lingkungan tetap bersih, aman, sehat, dan indah”, lanjutnya.
Melalui kegiatan PSN terintegrasi, Ning Ita berharap kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan lingkungan terus meningkat sehingga angka kasus DBD maupun penyakit berbasis lingkungan lainnya dapat ditekan.
(Gon)

