image_pdfimage_print

Mojokerto (Transversalmedia.com) – Visi Dan misi Wali Kota Mojokerto Mas’ud Yunus yang menempatkan Kota Mojokerto sebagai kota pelayanan atau lebih dikenal dengan Kota Mojokerto Service City Dan mengedepankan bidang kesehatan disambut hangat oleh RSUD Wahidin Sudirohusodo dengan meluncurkan berbagai program enovatif. Yang paling anyar, RSUD plat merah ini meluncurkan E-Resep.

“RSUD Wahidin Sudirohusodo Kota Mojokerto sudah mengantongi predikat akreditasi paripurna. Artinya, pelayanan rumah sakit terhadap pasien sudah sempurna. Saya menginginkan RSUD Wahidin Sudirohusodo setara dengan rumah sakit di Singapura sehingga tidak perlu jauh-jauh lagi berobat ke Singapura tapi cukup berobat di Kota Mojokerto,” ujar Wali Kota dalam sejumlah kesempatan.

Untuk mewujudkan keinginan Wali Kota tersebut, RSUD Wahidin Sudirohusodo Kota Mojokerto meluncurkan sistem E-Resep setelah sebelumnya menerapkan call center. “Sama dengan call center, salah satunya bertujuan untuk mengurangi penumpukan antrian pasien,” ujar Direktur RSUD dr Wahidin Sudirohusodo Kota Mojokerto, Sugeng Mulyono.

baca juga:  Jabatan Walikota Mojokerto Bakal Kosong ???

Dengan adanya E-Resep, pasien tidak lagi menerima resep dari dokter tapi dokter hanya menulis resep di komputer Dan mengirimkan langsung ke bagian farmasi melalui IT. “Jadi pasien tidak perlu repot-repot lagi membawa resep tapi langsung saja mengambil obatnya di farmasi,” terangnya.

Bukan hanya itu, dengan E-Resep proses pengambilan obat bisa lebih cepat Dan dapat mencegah kebocoran. “Kalau dengan resep manual kan bisa saja pasien hanya ikut antri tapi beli obatnya di luar. Dengan E-Resep pasien tidak bisa beli obat di luar, kan mereka tidak tahu obat apa yang akan dubeli,” katanya.

Hanya saja, lanjutnya, untuk sementara hanya tiga poli yang menerapkan sistem E-Resep. Poli-poli tersebut yakni poli kulit, poli jantung, Dan poli neuro. Meski baru tiga poli yang menerapkan E-Resep namun cukup lumayan mengurangi penumpukan antrian. “Call center Dan E-Resep mampu mengurangi antrian sekitar 30 persen,” imbuhnya.

baca juga:  Stimulus Pelajar SD, Ning Ita Kembali Menjadi Guru Secara Daring

Lebih jauh dijelaskan, sistem  E-Resep ini baru tahap pengembangan. Ke depan secara bertahap semua poli yang jumlahnya 20 poli harus menerapkan E-Resep. “Kita lakukan secara bertahap sambil dilakukan evaluasi. Kita targetkan pada tahun depan semua poli sudah harus menerapkan E-Resep,” pungkasnya.

(Cup/Gon)


image_pdfimage_print

Silahkan komentar dengan login FB