image_pdfimage_print

Jakarta (transversalmedia) – Sebelumnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasha, sekarang gantian  KPK secara resmi menahan Walikota Mojokerto Mas’ud Yunus usai pemeriksaan 7 jam di Gedung Merah Putih KPK Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (9/5/2018).

Mas’ud Yunus di tetapkan tersangka atas kasus suap kepada DPRD Kota Mojokerto. Sekitar pukul 16.50 WIB Mas’ud keluar dari ruang pemeriksaan di lantai 2, dia sudah mengenakan rompi oranye tahanan KPK. Dia berkata bersyukur atas penahanan ini.

Baca Juga :

“Saya merasa bersyukur kepada Allah SWT, bisa mengikuti proses ini sampai dengan penahanan. Mudah-mudahan lancar, untuk hari-hari berikutnya,” ujar Yunus.

baca juga:  Kota Mojokerto Raih 10 Besar Penghargaan LPPD Terbaik Tingkat Jatim

Dia juga akan kooperatif mengikuti proses hukum selanjutnya. Yunus kemudian naik ke mobil tahanan dan dibawa ke rutan. Namun, tidak diketahui di rutan mana dia ditahan.

Mas’ud itu menjadi tersangka lewat pengembangan perkara dari operasi tangkap tangan (OTT). Mas’ud diduga memberi janji atau hadiah kepada pimpinan DPRD Mojokerto. Pemberian janji atau hadiah tersebut terkait pembahasan perubahan APBD.

Dalam kasus ini, tiga mantan Pimpinan DPRD Kota Mojokerto yakni Purnomo sebagai ketua DPRD Kota Mojokerto, Wakil Ketua DPRD Kota Mojokerto  yakni Umar Faruq dan Abdullah Fanani di vonis selama 4 tahun penjara putusan Hakim Tipikor Surabaya.

Selain mantan Kepala Dinas PUPR Wiwit Febrianto sudah di vonis selama 2 tahun penjara.

baca juga:  Masa Pandemi, SMAN 2 Kota Mojokerto Rekreasi

(Gon)

image_pdfimage_print

Silahkan komentar dengan login FB