image_pdfimage_print

Mojokerto (Transversalmedia) – Dalam agenda perdana, Selaku Pj Walikota Mojokerto Suyitno memberikan support bawahan untuk melanjutkan pembangunan. Ia menghimbau, agar organisasi perangkat daerah (OPD) tidak usah takut menjalan tugas, yang ia harapkan kerja menurut aturan yang berlaku sebagai dasar payung hukum.

Hal itu disampaikan Suyitno saat melakukan jumpa pers, “agenda perdana tadi pagi, saya memberi support kepada OPD-OPD agar OPD-OPD tidak trauma apa yang terjadi dan OPD-OPD harus kerja-kerja-kerja, tidak perlu takut, kerja menurut aturan hukum, payung hukum. Bekerja menurut aturan saya kira tidak ada masalah,” katanya saat press confence di rumah makan almas. Senin sore (21/5/2018).

Suyitno menargetkan proyek gedung graha mojokerto service City (GMSC) jln. Gajahmada kota Mojokerto yang jadi kebanggaan di era Walikota Mas’ud Yunus dan Wakil Walikota Suyitno diharuskan cepat diselesaikan dan diresmikan sampai bulan November 2018. “Di GMSC agak lambat, target saya bulan November baru selesai, kenyataannya gak bisa harus dimasukkan anggaran PAK (Perubahan Anggaran Keuangan 2018),” paparnya.

baca juga:  Reses SBR Diwarnai Tagih Janji Jasmas

Pejabat berbobot ini menegaskan mengancam akan memanggil pelaksana proyek secara khusus jika pemborong mangkir. “Saya tadi ngomong kepala PU, panggil itu pemborong-pemborong yang plafonnya jebol itu jika tiga kali tidak mau dipanggil saya akan memanggil secara khusus, jika tidak mau datang lagi. Saya akan sidak dengan Muspida (Musyawarah Pimpinan Daerah).” tegasnya.

Dari pantauan di GMSC, kualitas finishing gedung tampaknya tak benar-benar bagus. Buktinya, masih setengah jalan gedung yang menelan APBD Pemkot Mojokerto hingga mendekati Rp50 miliar itu sudah banyak yang rusak. Rusaknya sejumlah bagian gedung ini ditemukan Plt Wali Kota Mojokerto Suyitno.

“Saya temukan bagian atap sudah banyak yang rusak. Beberapa plafonnya banyak yang jebol, saya perintahkan Kadis buat suray resmi le rekanan,” jelas Suyitno.

baca juga:  Revitalisasi Pemandian Sekarsari Digarap, Menara Air Molor

Sementara, banyak kekurangan-kekurangan yang harus dibenahi, maka dari tahun 2018 ini, kepala bagian pembangunan sekretariat pemerintahan kota Mojokerto, Agoes Heri Santoso, mengatakan nantinya akan melakukan pengadaan lelang dari Dinas PUPR untuk Pengadaan liff dan eskalator, pengadaan rumah genset, dan pengadaan kabel.

(Gon)

image_pdfimage_print

Silahkan komentar dengan login FB