image_pdfimage_print

Mojokerto (Transversalmedia) – Wakil Walikota Mojokerto Suyitno menghimbau berbagai kalangan agar senantiasa menjaga persatuan dan memanfaatkan teknologi di era digital ini. Hal itu disampaikannya pada saat upacara Hari Kebangkitan Nasional yang ke 110 tahun selaku inspektur upacara di halaman Pemkot Mojokerto, Senin (21/5/2018).

Suyitno membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Informasi RI yang bertemakan “Pembangunan Sumber Daya Manusia Memperkuat Pondasi Kebangkitan Nasional Indonesia Dalam Era Digital, dalam peringatan  Hari Kebangkitan  Nasional ini   harus dimaknai    dengan  upaya-upaya   penyadaran     setiap   masyarakat    Indonesia,     untuk   mengembangkan    diri    dan merebut  setiap   peluang  untuk   meningkatkan  kapasitas diri   yang dibuka  oleh  berbagai pihak, baik oleh pemerintah,  badan   usaha, maupun masyarakat  sendiri. “Pengembangan kapasitas    sumber   daya  manusia  juga   harus  diletakkan   dalam    konteks  pemerataan dalam  pengertian   kewilayahan,    agar  bangsa   ini  bangkit  secara  bersama-sama  dalam kerangka kebangsaan Indonesia,” kata Suyitno.

baca juga:  Suyitno Kukuhkan 75 Anggota Paskibraka

Lebih lanjut dikatakannya, bersatu adalah  kata  kunci   untuk menggapai  cita-cita yang sangat mulia namun  pada saat yang   sama  tantangan  yang  mahakuat  menghadang   di  depan.  “Boedi Oetomo memberi contoh bagaimana dengan berkumpul dan berorganisasi tanpa melihat  asal-muasal  primordial  akhirnya  bisa mendorong  tumbuhnya  semangat nasionalisme   yang menjadi bahan  bakar utama kemerdekaan. Bung karno juga menggambarkan   persatuan bangsa seperti layaknya sapu  lidi. Jika tidak diikat, maka lidi tersebut akan tercerai berai, tidak berguna dan mudah dipatahkan. Tetapi jikalau  lidi-lidi itu digabungkan, diikat menjadi sapu, mana ada manusia  bisa mematahkan  sapu lidi yang sudah terikat,” ujarna.

Suyitno juga menyampaikan bahwa pada masa sekarang ini ada kekuatan-kekuatan yang berusaha merenggangkan ikatan persatuan bangsa. Muncul hasutan-hasutan yang membuat bertikai dan tanpa sadar mengiris ikatan yang sudah puluhan tahun  menyatukan segala perbedaan tersebut. “Padahal inilah  masa yang sangat   menentukan  bagi  kita.   Inilah  era  yang  menuntut   kita untuk  tidak  buang-buang  waktu  demi  mengejar  ketertinggalan    dengan  bangsa-bangsa lain.   Momentum    sekarang    ini   menuntut   kita untuk  tidak  buang-buang   energi  untuk bertikai   dan lebih fokus pada pendidikan    dan pengembangan    manusia Indonesia,” katanya.

baca juga:  DPRD Kabupaten Mojokerto Umumkan Penetapan dan Akhir Jabatan Bupati

Oleh karenanya, Suyitno mengajak untuk menjaga persatuan dalam   memecahkan masalah, harus berbagi beban yang sama, merapatkan barisan, jangan sampai  terpecah-belah. “Demikian juga, dalam   konteks   menghadapi   digitalisasi   ini,    kita   semua   harus   dalam    irama   yang serempak dalam memecahkan masalah dan menghadapi   para pencari masalah. Mari bersama-sama menjauhkan   dunia digital dari  anasir-anasir pemecah-belah  dan  konten-konten  negatif, agar anak-anak  bebas  berkreasi, bersilaturahmi,   berekspresi,   dan   mendapatkan      manfaat  darinya,” tandasnya Suyitno.

Mengakhiri amanatnya, Suyitno berharap kepada semua untuk memaknai peringatan kebangkitan nasional. “Selamat    Hari    Kebangkitan     Nasional      ke-110.     Mari     maknai     peringatan     ini   di lingkungan    kita,   sesuai     lingkup   tugas    kita    masing-masing,    untuk semaksimal  mungkin    memfasilitasi    peningkatan   kapasitas    sumber    daya   manusia, terutama  generasi   muda, yang akan  membawa kepada kejayaan   bangsa  di  tahun-tahun mendatang.”

baca juga:  Pemkot Mojokerto Salurkan Kartu Keluarga Sejahtera Bagi Terdampak Covid Sebanyak 1.262

Upacara ini HKN ini di ikuti oleh jajaran Forkopimda, Plt. Sekdakot, Aparatur Sipil Negara, dan para pelajar

(Na/Gon)

image_pdfimage_print

Silahkan komentar dengan login FB