image_pdfimage_print

Mojokerto (transversalmedia) – Rumah sakit RA. Basoeni milik Pemerintah Kabupaten Mojokerto mempunyai gedung anyar, gedung yang berlokasikan di bekas tanah kantor kecamatan Gedeg akhirnya diresmikan Wakil Bupati Mojokerto.

Pembangunan megaproyek dari tahun 2016 sampai dengan 2018 dengan senilai 58 Miliard, dibagi menjadi tiga tahap pengerjaan, dengan dibentuknya wujud gedung berlantai empat dengan di fasilitasi instalasi farmasi, diagnostik, dan emergency.

Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi, mengatakan mengharapkan pelayanan gedung baru ini memberikan pelayanan yang terbagi bagi masyarakat. “Kami berharap dengan adanya gedung baru ini, bisa menambah jumlah pelayanan dan kwalitas pelayanannya. Dan untuk kebersihan Rumah Sakit ini harus lebih bersih dan tidak bauh limbah. Dan semua perawat dan dokter harus ramah pada pasien dan ucapan yang santun”, katanya.

baca juga:  Perjuangan Risma Untuk Dihentikannya PSBB, Disetujui

Selanjutnya, Pungkasiadi akan melanjutkan kembali proses pengembangan proyek. Dalam tahun 2019 ini akan merencanakan pengembangan proyek di P-APBD 2019 dan tahun 2020 tinggal pelaksanaannya saja. “Di P-APBD kita siapkan DID-nya (Dana Insentif Daerah) artinya tahun 2020 dikerjakannya, dan perencanaanya di tahun 2019 akhir. Dan saya berharap lokasinya esklusif lagilah, sama parkirnya kita tambah. Dan kebersihannya kita jaga semualah.” Tambahnya.

Perlu diketahui, kategori Rumah sakit RA. Basoeni berkelas C.

Hadir dalam acara louncing tiga gedung Rumah Sakit Umum RA Basoeni antara lain,Wabup Mojokerto Pungkasiadi, Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto Ismail Pribadi, Kapolres Mojokerto Kota AKBP Sigit Dany Setiyono, Dandim 0815 Mojokerto Letkol Kav Hernawan Wehsrima, dan sekda Kabupaten Mojokerto Heri Suwito.

baca juga:  Tahun Baru Islam 1440 H, Pemkot Mojokerto Gelar Pawai Ta’aruf

(Gon)

image_pdfimage_print

Silahkan komentar dengan login FB