image_pdfimage_print

Mojokerto (transversalmedia) – Pemkot Mojokerto membentuk Tele Center yang fungsinya mengembangkan sumber daya manusia untuk belajar Ilmu Teknologi (IT), meskipun Tele Center sudah berjalan beberapa tahun yang lalu, setiap harinya tidak pernah sepi pengunjung dan harus rela antri jika belajar ilmu teknologi (IT) disana. Menurut keterangan Plt Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi (Infokom) Gaguk Prasetyo, “Tidak menyangka jika animo masyarakat yang ingin belajar IT begitu besar. Berdasarkan buku tamu yang telah disediakan, setiap bulannya rata-rata 1200 pengunjung, baik yang datang secara perorangan maupun kelompok. Tidak hanya masyarakat kota yang kita layani, masyarakat luar kota juga kita layani”, ujarnya.

baca juga:  Evaluasi PPKM Mikro, Ning Ita Minta Warga Waspada

Program edukasi yang terpusatkan Gedung Mojokerto Servise City (GMSC) dijalan Gajahmada ini. Juga mempunyai tele mobile yang melayani masyarakat yang bersifat kelompok. misalkan sekolah, PKK, atau kelompok masyarakat lainnya. “Setiap harinya kita hanya mampu melayani dua kelompok karena keterbatasan armada dan petugas”, katanya.

Dengan pengunjung yang begitu padat, Gaguk mengaku kewalahan melayani permintaan masyarakat, baik yang datang ke GMSC maupun kelompok yang didatangi dengan Tele Center Mobile. “Ya karena banyaknya permintaan, terpaksa kita jadwal. Bahkan yang berada di gang-gang sempit tidak bisa kita layani karena mobil Tele Center tidak bisa masuk”, keluhnya.

Lebih jauh dijelaskan, Tele Center didirikan memang bertujuan untuk melayani masyarakat yang ingin belajar IT, mulai dari soft office, membuat block, dan lainnya. Bahkan bisa belajar shooting dan editing video. “Kita berupaya agar masyarakat tidak buta IT,” imbuhnya.

baca juga:  Kebijakan Walikota Dituding Menghambat Pelayanan

Diketahui, Tele Center di GMSC menyediakan 18 unit komputer lengkap dengan jaringan internetnya. Sedangkan yang mobile terdapat enam laptop beserta internet. “Kita juga menyediakan empat tutor. Dua tutor untuk di GMSC dan dua lagi untuk yang mobile,” katanya.

Melihat besarnya animo masyarakat yang ingin belajar IT, ruang yang disediakan saat ini sudah tidak muat lagi, peralatannya juga kurang, dan armadanya termasuk tuturnya juga masih kurang. “Ya adanya cuma begini, kita syukurilah. Kita gunakan bergantian tidak apa-apa,” kilahnya.

(Gon)

image_pdfimage_print

Silahkan komentar dengan login FB