image_pdfimage_print

Mojokerto (transversalmedia) – Anggota DPRD kota Mojokerto, Suliyat, menggelar kegiatan reses atau di luar sidang gedung dewan yang terletak di lokasi lingkungan Bancang V, kelurahan Wates, Magersari. Senin (7/9/2020).

Dalam sambutan pembukaan, Suliyat menjelaskan definisi reses “Apa itu reses adalah serap aspirasi masyarakat. Kita ini menampung untuk menyerap aspirasi masyarakat. Misalkan ada keluhan kesehatan, atau jalan rusak ya kita tampung. Nanti kita perjuangkan dengan pemerintahan daerah”, ujarnya.

“Gak usah terlalu lama-lama, misalkan kurang puas jawaban atau pertanyaan, njenengan (anda) datang kerumah temui saya atau bisa menulis dan nanti kita perjuangkan dengan birokrasi”, katanya.

Warga RW 1 lingkungan bancang, Sufaat mempertanyakan . “Saya pernah berbicara dengan pak Suliyat, depan rumah saya sering banjir. Meminta bantuan pompa lalu di beri survey. Kemana pompa sekarang tersebut ?”, tanyanya.

baca juga:  Keluh Kesah di Reses Choiroiyaroh

Ria Banjar anyar, Bantuan beras APBD atau APBN, sekarang dicabut. Apa gak dilihat dari penghasilan per bulan. Tapi kenapa kok dicabut, padahal orang tua memberi anak itu sudah biasa ?

Dari aspirasi warga tersebut. Suliyat memberikan arahan terhadap warganya. Salah satunya Sufaat, “Nanti kita upayakan supaya tidak banjir, biar nanti disedot dan dibuang ke sungai. Kasihan itu, kalau musim penghujan sering banjir. Untuk masalah pompanya mana nanti njenengan pada kelurahan”, jawabnya.

Sementara itu, pertanyaan Ria dari lingkungan Banjar Anyar. “Memang kalau seperti itu, kenapa kok dicabut, kemungkinan dari dinas terkait. Kemungkinan adanya kecemburuan dari warganya dan dilaporkan ke kelurahan lalu dilaporkan ke Dinas Sosial. Saya memberikan saran, alangkah baiknya njenengan (anda) datang ke Dinas Sosial dan ditanggapi nantinya akan Dinas Sosial”, tanggap Suliyat.

baca juga:  Keluarga Berkualitas Awal Mula Menuju Kemajuan Mojokerto

(Gon)

image_pdfimage_print

Silahkan komentar dengan login FB