image_pdfimage_print

Mojokerto (transversalmedia) – Pemkot Mojokerto membuka kegiatan kompetisi Inovasi Pelayanan Publik yang di harapkan agar seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) bisa bersaing untuk menciptakan inovasi pelayanan kepada masyarakat. Yang pastinya, bagi para jawara akan di pertarungkan di tingkat pusat. Rabu (10/3/2021). 

Kepala Bagian Organisasi, Siti Salbiyah mengatakan semua OPD di wajibkan ikut berkompetisi dalam Inovasi Pelayanan Publik tersebut, “Agar setiap OPD minimal membuat satu inovasi pelayanan publik, yang akan diikutkan dalam lomba penyusunan proposal inovasi pelayanan publik pada tingkat provinsi Jawa Timur, dan selanjutnya akan diikutkan pada Kompetisi Inovasi tingkat Pusat”, katanya. 

Ada 155 peserta kompetisi Inovasi Pelayanan Publik . Untuk bagi para juara akan memperoleh uang pembinaan, yang terdiri dari 3 katagori mulai juara l, ll, dan lll.

baca juga:  Gayatri Kota Mojokerto Road To Top 45 Inovasi Pelayanan Publik Tingkat Nasional

Sementara itu, Walikota Mojokerto Ika Puspitasari memberikan pengarahan bagi seluruh OPD untuk meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat. “Dalam rangka pembentukan Inovasi Pelayanan Publik melalui pelaksanaan gerakan ‘one agency one inovation’ maka diwajibkan satu instansi menghasilkan minimal satu inovasi setiap tahunnya.” Tuturnya.

Sejak tahun 2018 silam, Pemerintah Kota Mojokerto telah berpartisipasi dalam ajang kompetisi inovasi pelayanan publik (Kovablik) baik pada tingkat provinsi Jawa Timur maupun tingkat Nasional. Beberapa penghargaan yang telah diraih pada tingkat Nasional diantaranya ‘Posko Paman’ yang merupakan inovasi dari Puskesmas Wates pada tahun 2019, serta inovasi ‘Gayatri’ (gerbang layanan terpadu dan terintegrasi) yang merupakan inovasi dari Dinkesppkb Kota Mojokerto.

baca juga:  Sidak Pasar, Wawali Akan Renovasi Pasar Burung

Sementara pada tingkat Provinsi Jawa Timur, penghargaan Kovablik yang berhasil diraih oleh Pemerintah Kota Mojokerto diantaranya program ‘bapak samerto’ (bayar pajak pakai sampah di Kota Mojokerto) yang merupakan inovasi dari DLH Kota Mojokerto pada tahun 2018,dan inovasi ‘pete jawa rasa timun’ yang merupakan inovasi dari Upt. Puskesmas Gedongan.

Menurut Ning Ita, Inovasi pada setiap OPD merupakan sebuah tolak ukur dalam keberhasilan pembangunan, sehingga inovasi yang dibuat benar – benar bermanfaat dan dapat dirasakan oleh warga Kota Mojokerto. Lebih lanjut Ning Ita menjajikan akan ada Reward bagi OPD yang berhasil menang dalam kompetisi pelayanan inovasi publik pada tingkat Kota.

“Dalam kompetisi ini akan saya ambil tiga kategori inovasi yang akan mendapatkan penghargaan sebagai inovasi yang terbaik yang selanjutnya akan diikutkan dalam lomba sinovik tingkat pusat yang diselenggarakan oleh Kemenpan – Rb.” Pungkasnya.

baca juga:  Camat Prajuritkulon Sosialisasikan Instruksi Walikota Mojokerto

(Adv/Gon)

image_pdfimage_print

Silahkan komentar dengan login FB