image_pdfimage_print

Mojokerto (transversalmedia) – Kota Mojokerto menempati peringkat pertama sebagai daerah dengan cakupan vaksinasi Covid-19 tertinggi di Jawa Timur. Sinergitas tim pelaksana vaksinasi dari instansi pemerintah, rumah sakit swasta, rumah sakit dan klinik TNI/Polri, dukungan Forkompimda serta animo masyarakat menjadi kunci sukses vaksinasi.

“Kunci sukses cakupan vaksinasi Covi-19 teratas di Jawa Timur karena sinergitas semua pihak. Dari tim pelaksana vaksinasi antara lain instansi pemerintah, rumah sakit swasta, rumah sakit dan klinik TNI/Polri, dukungan Forkompimda dan animo masyarakat,” kata PIC person in charge) Komunikasi Publik Vaksinasi Covid-19 Kota Mojokerto, Gaguk Tri Prasetyo Jum’at (2/4/2021).

Selain itu, ada beberapa alasan yang membuat Kota Mojokerto mampu melakukan vaksinasi dengan cakupan tertinggi di Jawa Timur. Antara lain penggerakan sasaran, seperti sosialisasi vaksinasi secara masif, penjadwalan dan pengaturan by system.

Menurut Gaguk, peringkat dalam cakupan vaksinasi Covid-19 itu merujuk data Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) tanggal 1 April 2021.

baca juga:  Ning Ita Takziyah Ke Rumah Duka Mantan Walikota ke 16

KPCPEN membagi sasaran vaksinasi menjadi tiga kelompok, yakni SDM kesehatan, pelayanan publik dan lansia. Peringkat kedua hingga kelima berturut-turut ditempati Kota Surabaya, Kota Blitar, Kota Pasuruan, Kota Kediri dan Kota Madiun.

“Kota Mojokerto berada di peringkat pertama dari 38 daerah di Jawa Timur dengan total cakupan vaksinasi tahap 1 dan tahap 2 sebesar 126,32 %,” ujarnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Mojokerto, SDM Kesehatan Kota Mojokerto yang masuk dalam vaksinasi tahap 1 sebanyak 2.840 sasaran. Vaksinasi dosis 1 kelompok ini sebanyak 2,936 dosis atau 103,4 %, dan vaksinasi dosis 2 sebanyak 2.728 atau 96,1 %.

Sedangkan dari sasaran pelayanan publik sebanyak 12.264 yang masuk dalam vaksinasi tahap 2, vaksinasi dosis 1 sebanyak 13.030 atau 106,3 % dan vaksinasi dosis 2: 10.005 atau 96,1 %.

Dan dari 8.785 sasaran kelompok lansia dalam vaksinasi tahap 2, vaksinasi dosis 1 sebanyak 1.375 atau15,6 % dan vaksinasi dosis 2 sebanyak 103 atau 1,2 %.

baca juga:  Walikota Mojokerto Restui Pembelajaran Tatap Muka

“Sampai hari ini, sisa vaksin sebanyak 3.250 dosis yang dialokasikan untuk pedagang pasar dan lansia,” terangnya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mojokerto tersebut lebih lanjut mengatakan, sampai hari ini total dosis yang sudah diberikan sebanyak 30.176 dosis.

Sebagai informasi, total sasaran vaksinasi Covid-19 Kota Mojokerto sebanyak 90 ribu jiwa. Perhitungan ini didasarkan berdasar asumsi dari jumlah penduduk sekitar 139 ribu jiwa, sebanyak 85 ribu merupakan sasaran vaksinasi dari kelompok usia diatas 18 tahun keatas dan kelompok lansia.

“Target vaksinasi 90 ribu jiwa, karena selain warga Kota Mojokerto, juga kalangan pekerja, pedagang dan elemen masyarakat lain yang beraktivitas di Kota Mojokerto yang masuk dalam sasaran vaksinasi. Dengan dua kali penyuntikan atau dua dosis per jiwa, maka secara keseluruhan dibutuhkan 180 ribu dosis. Dan dari target itu, cakupan vaksinasi Covid-19 Kota Mojokerto saat ini mencapai 16,76%,” tukas Gaguk.

baca juga:  Ning Ita Gencarkan Sosialisasi Tatanan Normal Baru dan Terapkan Sanksi bagi Pelanggar

Sementara dari target nasional, ujar Gaguk, vaksinasi tahap 2 selesai bulan Juni 2021 dan tahap 3 dimulai bulan Juli 2021.

Sedangkan untuk mempertahankan konsistensi vaksinasi hingga mencapai cakupan terbaik vaksinasi, menurut Gaguk, kontribusi dan kerjasama semua pihak menjadi pilar utama.

“Saat ini posisi kita lebih bagus dari daerah lain, tentunya ini harus kita pertahankan terus serta meningkatkan kecepatan dari vaksinasi sendiri. Karena dengan semakin tingginya cakupan vaksinasi, maka herd immunity di Kota Mojokerto berjalan lebih cepat. Ketahanan terhadap virus corona lebih cepat tercapai,” tandasnya.

Satu kunci dalam memerangi pandemi Covid-19, imbuh Gaguk, yakni menjaga kepatuhan, ketaatan, dan disiplin masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan, bisa dijalankan dengan lebih intens, lebih luas, dan lebih masif.

(Hum)

image_pdfimage_print

Silahkan komentar dengan login FB