Mojokerto (transversalmedia) – Semarak lomba musik patrol pada saat ramadhan, Pemkot Mojokerto melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggelar lomba musik patrol yang diikuti sekolah dari jenjang SD hingga SMA. Rabu (27/4/2022). 

Hadir Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Mojokerto Supriadi yang juga suami wali kota, jajaran Forkopimda, dan Sekda Kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo. Kepala OPD lingkup Pemkot Mojokerto.

Peserta kegiatan lomba musik patrol diikuti oleh 3 regu peserta kehormatan. Yakni dewan kebudayaan daerah, sanggar Pramuka dan dari karang taruna. Peserta kali ini adalah 12 regu dari SD dan MI, 12 regu dari SMP dan MTs serta 11 regu dari siswa SMA dan SMK.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan dalam sambutannya, Pemkot Mojokerto memiliki misi di dalam rencana pembangunan jangka menengah daerahnya dimana misi yang kelima adalah mewujudkan ketahanan sosial budaya dalam kerangka integrasi nasional pada tatanan masyarakat yang bermartabat berakhlak mulia beretika dan budaya luhur berlandaskan Pancasila.

“Salah satu wujud kegiatan untuk mensukseskan misi tersebut adalah lomba musik patrol pada malam hari ini. Karena musik patrol adalah elemen dari kesenian tradisional yang mampu menciptakan harmonisasi menjadi satu daya tarik khusus. Sehingga bisa mempersatukan berbagai elemen masyarakat mulai dari masyarakat lokal hingga wisatawan untuk datang dan menikmati serangkaian musik”, katanya.

Menurutnya, sejarah musik patrol berkembang di beberapa daerah di Jawa Timur. Kesenian tradisional musik patrol ini memiliki keunikan dibandingkan dengan jenis musik yang lainnya.  “Memberikan ciri khas dengan bentuk dan simbol yang diusung dengan lantunan musik yang tidak ada pada jenis musik musik populer masa kini,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, bunyi yang dihasilkan pada musik patrol mampu menyatukan manusia sebagai pendengar dengan alam semesta, sehingga menciptakan harmoni yang Indah di dalam kandungannya digunakan saat ini sebagai wujud untuk ronda membangunkan sahur yang merupakan ciri khas budaya yang ada di berbagai daerah di Jawa Timur.

Dalam alunan musik, imbuhnya, patrol ini juga mengandung media untuk berdakwah. Saat bulan Ramadhan masyarakat di berbagai lingkungan menggunakan musik patrol untuk menyampaikan pesan-pesan tentang kedamaian, harmoni dan persatuan antar umat beragama. 

“Hal ini sangat relevan Kota Mojokerto yang sudah mendapatkan apresiasi secara nasional dari Kementerian Agama”, ujarnya.

Ia berharap kedepannya bisa menjadi agenda event tahunan yang akan menarik banyak masyarakat dari luar untuk datang ke kota Mojokerto

Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto Amin Wachid mengatakan, latar belakang diadakannya lomba musik patrol  yakni selama bulan suci Ramadhan ini selalu diperdengarkan oleh suara atau alunan musik patrol. “Ini yang menginspirasi kami mengadakan lomba malam hari ini”, ungkapnya.

“Rutenya adalah depan Pemkot Mojokerto ke arah selatan Benteng Pancasila dan finish di Kantor Dinas Pendidikan Kota Mojokerto. Dan juara 1, 2, dan 3 masing-masing jenjang akan mendapatkan uang pembinaan”, jelasnnya.

(Gon)