Mojokerto (transversalmedia) – Demi peningkatan sumber daya manusia (SDM) Dinas Koperasi Usaha Kecil Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DikopUKMperindag) Kota Mojokerto membuka pendidikan dan pelatihan ‘(Diklat) Retail Koperasi, Laporan Keuangan dan Aplikasi Sofware Post Of Sale (Koroena)’ di aula kantor Kecamatan Magersari, kota Mojokerto. Selasa (24/5/2022).

Kepala Bidang Bina Koperasi, Helmi SH MH mengatakan pada prinsipnya pemerintah kota Mojokerto menyambut baik dan mengapresiasi diadakannya diklat retail koperasi, laporan keuangan dan aplikasi software post of sale Koperasi Roda Ekonomi Nasional (aplikasi koroena). “Sebagai salah satu upaya inovatif yang tiada henti kita lakukan agar gerakan koperasi di kota mojokerto   terus semakin berkembang,  tidak terpaku dalam usaha simpan pinjam semata tetapi terus merevitalisasi jati dirinya dengan juga  mengembangkan bisnis usaha ritel dengan memanfaatkan perkembangan iptek menuju era baru digitalisasi koperasi”, katanya.

Ia juga menerangkan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dan Kepala Diskopumkperindag berhalangan hadir dikarenakan adanya tugas diluar kota. “Seharusnya acara ini dibuka oleh Bu Wali dan Bu kadis, yang kebetulan beliau ada tugas diluar kota, jadi saya yang mewakili”, terangnya.  

Masih kata Helmi, Aplikasi koroena ( koperasi roda ekonomi nasional ) yang tahun ini telah di launching oleh diskopukmperindag, merupakan salah satu inovasi dalam bentuk aplikasi yang berfungsi sebagai salah satu instrumen “Untuk merekam secara medik kondisi kesehatan koperasi, kondisi perkembangan koperasi baik dari aspek usaha, aspek legalitas, aspek laporan keuangan, dan aplikasi koroena ini juga dapat sebagai media untuk memberi akses pengaduan masyarakat dan konsultasi serta media edukatif”, katanya.

Terkhusus Bagi Koperasi Yang Mempunyai Usaha Ritel Tentu Dapat Mengintegrasikan Laporan Transaksi Penjualan Dalam Aplikasi Ritel Dengan Aplikasi Koroena Sehingga Akan Dapat Mendeteksi Secara Langsung Progres Perkembangan Usaha Ritel Yang Dijalankan Oleh Gerakan Koperasi.

“Kedepan era baru digitalisasi koperasi mau tidak mau, suka tidak suka harus dilakukan meskipun dalam tataran pelaksanaannya dilakukan secara step by step sebagai bentuk mitigasi koperasi mereformasi dirinya agar tidak dipandang jadul atau ketinggalan jaman, yang pada endingnya akan kalah bersaing dengan badan usaha lainnya yang telah mengetrapkan  pengelolaannya yang serba digital”, jelasnya.

Pemerintah kota mojokerto akan terus berupaya mendorong, memotivasi, mensupport gerakan koperasi agar koperasi di kota mojokerto terus mengembangkan sayapnya sehingga filosofi koperasi yang kuat, tangguh, sehat, mandiri, berdaya saing benar – benar terpatri dalam tubuh koperasi bukan sekedar retorika semata, sehingga tidak mustahil pada suatu ketika nanti di kota Mojokerto akan lahir koperasi dalam skala besar, tidak hanya mempunyai usaha simpan pinjam tetapi juga punya usaha lain seperti  ritel dan lain – lain.

Dijelaskan pula, Koperasi di kota Mojokerto saat ini berjumlah 192 koperasi sebelumnya 186 ditambah 6 koperasi baru, semuanya masih masuk dalam klasifikasi usaha koperasi level 1 ( kuk 1 ), belum  ada yang masuk dalam kuk 2, 3 dan 4. Saat ini koperasi di kota mojokerto semuanya masih masuk dalam cluster kuk 1 karena anggota koperasinya rata – rata masih dibawah 5000 orang.

Harapannya, melalui diklat ini para pelaku usaha koperasi bisa  menjadikan diklat ini sebagai momentum bagi gerakan koperasi di kota mojokerto untuk benar benar secara bersungguh – sungguh melangkah berbenah diri dalam pengelolaan koperasi menuju transformasi digitalisasi koperasi di kota Mojokerto ;

Serangkaian kegiatan ini ada 2 tahap, untuk tahap pertama dilaksanakan sejak tanggal 23 sampai dengan 25 Mei sedangkan tahap kedua dilaksanakan pada tanggal 27, 28 dan 31 mei 2022. Dengan masing-masing tahap, peserta ada 40 peserta. Pesertanya dari Gerakan koperasi di kota Mojokerto baik kop wanita, koperasi simpan pinjam, koperasi serba usaha dll

(Gon)