Mojokerto (transversalmedia) – Target koperasi di Kota Mojokerto tumbuh secara kuantitas maupun kualitasnya. Hal ini dilontarkan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, saat Bimtek Akuntabilitas Koperasi dalam rangka Peningkatan Pemahaman dan Pengetahuan Perkoperasian serta Kapasitas dan Kompetensi SDM koperasi, di aula Kantor Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Kota Mojokerto, Selasa pagi (12/7/2022).

Dengan menyangkut soko guru perekonomian nasional, koperasi sudah terbukti dan teruji mengatasi resesi akibat pandemi Covid-19. “Secara kuantitas, jumlah koperasi terus bertambah melalui program pemulihan ekonomi 4P yaitu Pelatihan, Pendampingan, Pemberian Bantuan dan Pembentukan koperasi. Jebolan lulusan inkubasi wirausaha sudah kita buatkan koperasi baru agar mereka bersatu menjadi anggotanya sehingga mempermudah dalam hal pembiayaan permodalan mereka ke depannya”, katanya.

Masih kata Ning Ita, dengan bertambahnya jumlah koperasi ini harus diimbangi dengan peningkatan kualitasnya. Karena dari total 192 koperasi di Kota Mojokerto yang berstatus sehat hanya 19 koperasi saja.

“Akan kita gencarkan pelatihan dan pendampingan koperasi untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi SDM koperasi. Agar para pengurus koperasi ini bisa membenahi koperasinya agar menjadi sehat”, tukasnya.

Dengan semangat tekad yang kuat, gencarnya pelatihan dan pendampingan ini, koperasi di Kota Mojokerto berlomba-lomba memperbaiki diri untuk menjadikan koperasinya sehat sehingga peran koperasi sebagai pilar perekonomian Kota Mojokerto benar-benar terwujud.

“Sebagai soko guru atau cagak, koperasi harus benar-benar kokoh sehingga mampu menopang perekonomian dengan prinsip kegotong royongannya”, pungkasnya.

Sementara itu, Ani Wijaya, Kepala Diskopukmperindag Kota Mojokerto mengatakan bimtek ini digelar selama dua hari dan diikuti 60 orang pengurus yang status koperasinya dalam pengawasan.

“Target sasarannya adalah koperasi yang statusnya dalam pengawasan dan koperasi cukup sehat tapi memiliki ranking paling bawah”, ujarnya.

Ia menjelaskan, dari total 192 koperasi, 45 koperasi bersatus dalam pengawasan khusus, 32 koperasi dalam pengawasan 68 koperasi cukup sehat dan 19 koperasi berstatus sehat.

“Dinas senantiasa membuka pintu untuk berdiskusi dalam membantu memecahkan kesulitan, kendala dan hambatan. Agar kategori kesehatan koperasi bisa naik. Harapan kami seluruh koperasi yang dalam pengawasan bisa naik kelas menjadi koprasi yang cukup sehat,” pungkasnya.

(Gon)