Mojokerto (transversalmedia) –  Pengawas koperasi adalah salah satu kunci agar koperasi dapat berjalan dengan baik. Untuk itu Pemerintah Kota Mojokerto melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DiskopUKMPerindag) menggelar Bimbingan Teknis auditing bagi pengawas koperasi se-Kota Mojokerto di Aula DiskopUKMPerindag.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat menutup acara Bimtek auditing bagi pengawas koperasi, menyampaikan bahwa pengawas koperasi memiliki peran yang sangat penting. “Kesehatan koperasi itu juga tidak hanya ditentukan dari pengelolanya, dari pengurusnya, dari manajemennya, tapi pengawas juga punya peran disitu”, tegasnya. Sabtu (27/8/2022).

Wali Kota yang akrab dipanggil Ning Ita, jika pengawas koperasi berperan aktif menjalankan peran pengawasan maka koperasi akan menjadi sehat. Dengan adanya pengawasan yang baik terhadap tata kelola koperasi, manajemen koperasi, intervensi segera dapat dilakukan tentu ketika mulai terlihat kondisi yang perlu perhatian khusus.

“Pengawas ini ibaratnya yang memonitoring, karena jalannya pengurus, jalannya pengelola, jalannya manajemen ini, kalau pengawasannya baik insya Allah jalannya koperasi ini juga akan baik”, jelasnya.

Lebih lanjut, Ning Ita juga mengimbau agar pengawas koperasi terus bersinergi dengan DiskopUKMPerindag. “Tidak semua pengawas koperasi memiliki kompetensi dan sertifikasi yang dibutuhkan. Keberadaan DiskopUKMPerindag ini penting sebagai mitra karena memberikan ruang konsultasi, memberikan pendampingan kepada para pengawas jika terjadi kesulitan”, imbuhnya.

Sementara itu Kepala DiskopUKMPerindag Ani Wijaya menyampaikan bahwa bimtek diikuti oleh 100 orang pengawas koperasi se-Kota Mojokerto yang terbagi menjadi dua tahap.

“Tahap pertama diikuti oleh 50 orang pada 24-25 Agustus 2022 dan 50 orang lagi pada tanggal 26-27 Agustus 2022”, jelasnya.

Ani menambahkan bahwa pengawas ini tanggung jawab berat berdampak terhadap hajat hidup untuk orang banyak, hajat hidup anggota koperasi. “Untuk itu kami mohon kesabarannya kami mohon komitmennya untuk bersama-sama dengan kami karena kami tidak mungkin melakukan pembinaan dan pengawasan sendiri”, imbuh Ani.

Pelatihan yang telah berlangsung selama 4 hari ini menghadirkan Abdul Gani dari Lembaga Diklat Profesi (LDP) Jaya Edukasi sebagai narasumber.

(Gon)