Ning Ita berdialog dengan PKH

Mojokerto (transversalmedia) – Bagi ibu-ibu penerima Program Keluarga Harapan (PKH), Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari yang akrab dipanggil Ning Ita mendorong ikut program pelatihan inkubasi wirausaha supaya memiliki keterampilan dengan harapan mendongkrak perekonomian keluarga.

“Kami juga ingin ibu-ibu ini yang belum memiliki keterampilan, yang belum memiliki produktivitas, saya ingin mengajak panjenengan, perempuan kota Mojokerto juga harus berdaya, perempuan kota Mojokerto juga harus produktif”, katanya.

Hal ini disampaikan di hadapan 500 ibu-ibu PKH pada serangkaian acara kegiatan senam bareng Gebyar PKH 2022 yang digelar Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kota Mojokerto di Rumah Rakyat jalan Hayam Wuruk yang diselingi senam sehat, undian doorprize, panggung gembira, bazar UMKM, dan donor darah. Sabtu pagi (12/11/2022).

Diharapkan bagi ibu-ibu tidak hanya sekadar mempunyai keterampilan merawat anak di rumah, atau melayani kebutuhan suami di rumah, tapi bagaimana perempuan juga produktif secara ekonomi.

“Perempuan itu terlahir kodratnya sebagai makhluk yang memiliki multitalenta maka sejatinya tidak ada alasan kalau kemudian saya repot ngurus anak, saya repot harus menyiapkan urusan keluarga, urusan suami, dan lain sebagainya”, tuturnya.

Ada 3.000 lebih yang dihasilkan lulusan inkubasi wirausaha dengan program pelatihan, pendampingan, permodalan usaha, dan pembentukan koperasi yang dibentuk Diskopukmperindag. “Saya melihat memang belum seluruh ibu-ibu penerima PKH ini yang mengikuti program inkubasi wirausaha”, ungkapnya.

Permintaan Ning Ita langsung ditanggapi peserta ibu-ibu PKH “Setuju”, serunya, hal ini langsung dilakukan rencana pendataan ibu-ibu penerima PKH yang ingin mengikuti program pelatihan inkubasi wirausaha. “Penerima PKH ini yang siap untuk dilatih dan didampingi untuk menjadi wirausaha atau UMKM silahkan Ini bisa disinergikan dengan DiskopUKMperindag pada tahun depan”, tegasnya.

Ning juga menjelaskan tujuan diselenggarakan Gebyar PKH Dinas Sosial P3A yaitu mengakrabkan silaturahmi penerima PKH dengan Pemkot Mojokerto dan juga dengan sesama penerima PKH. “Mungkin memang dalam kegiatan ini tidak bisa menghadirkan seluruh peserta atau masyarakat penerima PKH”, imbuhnya.

Berdasarkan data yang dimiliki oleh pemerintah kota Mojokerto, total penerima PKH Kota Mojokerto adalah 3.200. Bantuan untuk putra-putri yang sekolah SD sebesar Rp 225 ribu, yang SMP Rp 375 ribu dan SMA Rp 500 ribu.

Selain itu, balita Rp 600 ribu lansia Rp 600 ribu, disabilitas Rp 600 ribu, ibu hamil sebesar Rp 750 ribu. “Ibu hamil mendapatkan paling banyak karena juga untuk kesehatan janin yang dikandungnya”, pungkasnya. 

(Gon)