Beranda Politik dan Pemerintahan Lomba Kreasi Terpopuler Desain Batik Khas Mojokerto

Lomba Kreasi Terpopuler Desain Batik Khas Mojokerto

0
Lomba Kreasi Terpopuler Desain Batik Khas Mojokerto<br />
<b>Deprecated</b>:  strip_tags(): Passing null to parameter #1 ($string) of type string is deprecated in <b>/home/transver/public_html/wp-content/themes/Newsmag/loop-single.php</b> on line <b>60</b><br />

Mojokerto (transversalmedia) – Dengan menggelar Lomba Kreasi Desain Batik Khas Kota Mojokerto, untuk menjaga warisan budaya leluhur serta memperkuat city branding Kota Mojokerto sebagai kota pariwisata berbasis sejarah dan budaya.

Pelaksanaan pagelaran ini digelar oleh Pemerintah Kota Mojokerto melalui Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan menggelar Lomba Kreasi Desain Batik Khas Kota Mojokerto.

Sebanyak 11 karya motif batik ciptaan 8 pengrajin asal Kota Mojokerto mengikuti penilaian lebih lanjut di Ruang Command Center, Kantor Pemkot Mojokerto. Selasa siang (4/4/2023).

Sebagai salah satu dewan juri, Wali kota Mojokerto Ika Puspitasari mengaku bersyukur karena berkesempatan untuk melihat dan menilai secara langsung hasil karya UMKM pengrajin batik Kota Mojokerto.

“Panjenengan semua adalah aset berharga Kota Mojokerto karena sudah melestarikan budaya leluhur. Selain itu juga mampu menggali warisan budaya majapahit untuk dituliskan dalam selembar kain yang berciri khas”, ujarnya.

Selain wali kota, dewan juri juga terdiri dari Sekretaris Daerah Gaguk Tri Prasetya, Ketua Dekopinda Supriyadi KS, serta Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kota Mojokerto Ayyuhan Nafi.

Lebih lanjut, pihaknya berharap ajang ini mampu melahirkan pembatik-pembatik baru di Kota Mojokerto. Serta memperkaya khasanah motif batik khas Kota Mojokerto yang didaftarkan di HAKI (Hak Kekayaan Intelektual).

Pada lomba kali ini, selain ditentukan juara ke-1 hingga ke-5, salah satu dari 11 desain batik tersebut juga akan dijadikan seragam Aparatur Sipil Negara (ASN) dan non ASN Pemkot Mojokerto setiap hari Jumat. Total hadiah yang diperebutkan sebesar Rp 11 juta.

Sementara itu, Kepala Diskopukmperindag, Ani Wijaya mengatakan “Khusus untuk DKD akan memberi penilaian terkait makna dan filosofi sejarahnya. Sedangkan Ibu Walikota, Sekda dan Ketua Dekopinda akan memberikan penilaian dari segi estetika, komposisi, kreativitas serta orisinalitasnya”, terang. 

(Gon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here