Beranda Politik dan Pemerintahan Ning Ita Sosialisasi Cegah Kenakalan Terhadap Remaja

Ning Ita Sosialisasi Cegah Kenakalan Terhadap Remaja

0
Ning Ita Sosialisasi Cegah Kenakalan Terhadap Remaja

Mojokerto (transversalmedia) – Demi meningkatkan sehat, kecerdasan, dan kemandirian bagi remaja. Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menggelar sosialisasi pengasuhan remaja ngopi darat (Ngobrol Pintar Dan Cerdas Bersama Masyarakat) di sabha mandala madya. kamis (20/7/2023). 

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) mendatangkan para narasumber yang merupakan psikolog Universitas Surabaya, dr. Nadia Sutanto M.Psi dan Diana M.Psi. 

Tampak hadir Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, perwakilan dari Dinas Sosial PPPA dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Mojokerto, Ketua TP PKK Kota Mojokerto, Ketua Bhayangkari Kota Mojokerto, Ketua Persit Kota Mojokerto, Pembina Pusat Informasi Dan Konseling Remaja (PIK R/M), Ketua Insan Genre Dan Duta Genre, Para Kader Keluarga Bina Keluarga Remaja (BKR), penyuluh keluarga berencana (113 orang). 

Wali Kota Mojokerto mengatakan dengan mendatangkan narasumber ini tentu sangat dibutuhkan dalam proses pembinaan mental anak-anak dan remaja. Materi yang disampaikan berkaitan dengan ‘bagaimana membangun komunikasi dengan remaja (sesi satu), dan serta memberikan pengasuhan positif (sesi dua). 

“Jadi kita dititipi Tuhan sebagai pengasuh dan menjadi tanggung jawab untuk mendidik, mengasuh, untuk memberi pendidikan yang terbaik. Hal itu menjadi tanggung jawab selama kita diberi kehidupan”, katanya. 

Orang nomor satu di kota Mojokerto ini menggambarkan berita berkaitan dengan kenakalan remaja yang tentu membuat merasa prihatin, seperti pemberitaan yang viral belakangan ini salah satunya siswa SMP di Kemlagi membunuh teman sekelasnya sendiri karena motif dendam ditagih iuran kelas, membawa motor, membawa ponsel korban, kemudian dijual. “Hal apa kiranya yang membuat anak-anak remaja saat ini begitu nekatnya bahkan tega melakukan tindakan kriminal”, Tanya.

Sedangkan di Kota Mojokerto sendiri menurut data dari Dinas Satpol PP hingga bulan juni 2023 terdapat 11 remaja terjerat kasus narkoba. “Maka dibutuhkan sinergi dan kolaborasi kita bersama untuk melakukan langkah preventif agar hal-hal ini tidak berulang kembali”, jelasnya.

“Itu semua tidak akan terjadi kalau kita komunikasi orang tua dengan remaja ini bisa saling frekuensi. Inilah yang harus menjadi atensi kita sebagai orang tua, kita jangan selalu menyalahkan anak kita jadi kita harus intropeksi, sudahkah kita menjadi orang tua yang baik ?”, tuturnya.

Ning Ita mengatakan di setiap zaman menjadi orang tua selalu memiliki tantangan yang tidak mudah. orang tua juga harus memiliki growth minded senantiasa mau belajar, berkembang dan beradaptasi menjadi rumah, menjadi patron, menjadi sahabat untuk anak-anak remaja sehingga kita mampu memberikan perlindungan terhadap dampak negatif dari banjirnya informasi di era digital saat ini.

Sedangkan terkait bagaimana agar komunikasi bisa menjadi satu frekuensi, Ning Ita minta agar peserta betul-betul menyimak apa yang disampaikan narasumber. “Maka tolong dimanfaatkan kesempatan baik ini untuk menyimak ilmu dari narasumber yang sudah ahlinya,” pintanya.

“Kalau tips dari saya, selaku orang tua, saya sering mendengarkan video pola asuh yang banyak disampaikan melalui youtube oleh ibu dokter Aisyah Dahlan”, pungkasnya.

Sedangkan Kepala Dinkes P2KB Kota Mojokerto dr Farida Mariana M.Kes mengatakan, sosialisasi ini dilaksanakan untuk mengantisipasi dampak perkembangan globalisasi dan digitalisasi terhadap remaja. “Perkembangan ini diharapkan tidak berdampak sesuatu yang negatif dengan cara mendampingi remaja, terutama dari sisi psikologis,” harapnya.

Untuk kenakalan remaja yang terjerat narkoba di kota mojokerto menurut data dari Dinas Satpol PP sampai juni 2023 terdapat 11 remaja yang terjerat narkoba dan  tersebar di beberapa kelurahan, dimana 4 orang ada di kelurahan wates. “Jika dilihat ada jumlahnya terlihat sedikit namun kita tidak boleh lengah dan terjebak dengan data yang ada, karena bahaya narkoba dan kenakalan remaja seperti fenomena gunung es, tidak terlihat namun sewaktu-waktu bisa meledak”, jelasnya.

(Gon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here