Beranda Politik dan Pemerintahan Kembangkan Kompetensi Pelaku Usaha, Pemkot Mojokerto Beri Pelatihan Akuntansi Biaya

Kembangkan Kompetensi Pelaku Usaha, Pemkot Mojokerto Beri Pelatihan Akuntansi Biaya

0
Kembangkan Kompetensi Pelaku Usaha, Pemkot Mojokerto Beri Pelatihan Akuntansi Biaya

Mojokerto (transversalmedia) – Pemerintah kota Mojokerto melalui Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) memberi pelatihan terhadap pelaku usaha yang bertemakan ‘Pelatihan Akuntansi Biaya Bagi Pelaku Usaha Jasa’ Di sabha mandala madya. Senin (13/11/2023).

Narasumber di datang dari dosen Universitas Hayam Wuruk Perbanas, Luciana Spica Almilia.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dilaksanakan pelatihan ini berharap ekonomi kota Mojokerto terus tumbuh secara signifikan. “Kalau ilmunya lengkap dan ilmunya mumpuni, insyallah tidak putus ditengah jalan dan bisa naik kelas bahkan berkembang pesat”, harapnya.

Wanita yang mengemban Wali Kota Mojokerto pertama ini menuturkan di tahun 2024, kota Mojokerto memiliki beberapa kreatif hard, plut dan sentra IKM. “Kita berharap dengan fasilitas itu jumlah para pelaku usaha bertambah, khususnya anak-anak muda”, tuturnya.

Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita mengatakan melalui kreatif hard ini sudah difasilitasi keterampilan wirausaha seperti orang tuanya. “Jadi tidak bingung untuk mencari pekerjaan”, katanya.

Dijelaskan Ning Ita ingin merubah mindset seseorang supaya anak-anak nanti setelah lulus sekolah tidak menjadi pengangguran. 

“Kadang yang dicari itu lowongan pekerjaan saja padahal job fair sudah disediakan la ini kemampuan kapabilitas anak ini yang perlu di upgrade, mentalnya jangan melulu cari pekerjaan tapi bagaimana anak menjadi memiliki kompetensi jadi tidak bingung pekerjaan. Untuk pakai ijazah saja tidak laku setelah di tes tidak tahu”, ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Diskopukmperindag kota Mojokerto, Ani Wijaya SE MM mengatakan materi akuntansi biaya cukup spesial karena sasarannya pelaku usaha dibidang jasa. Yang dimana jasa tersebut ada jasa dibidang makanan, menjahit, memberikan les, reparasi peralatan, laundry.

“Hal ini kita kembangkan UMKM sesuai kebutuhan di kota Mojokerto, karena UMKMnya tidak melaksanakan produksi tetapi sebagian memberikan jasa”, katanya.

Perlu diketahui, kegiatan sudah dilaksanakan selama dua hari yang dimulai hari kamis dan senin (9 dan 13 November 2023). 

Mereka tentunya diajarkan mengetahui wawasan bagaimana itu tahu untung dan ruginya jasa, dan bisa memilah antara anggaran usaha dan anggaran rumah tangga. Serta marketing melalui media sosial.

(Adv/Gon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here