Mojokerto (transversalmedia) – Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari SE dalam program 100 hari kerjanya. Hari pertama kerjanya, Wali Kota yang dilantik tanggal 20 Februari 2025 ini, melaksanakan rapat staf di lingkup Pemerintah kota Mojokerto.
Dalam rapat perdana, sosok wanita yang akrab dipanggil Ning Ita ini, memimpin rapat staf di ruang Sabha Mandala Madya, balai kota Mojokerto. Yang dihadiri Wakil Wali Kota, Sekretaris Daerah, kepala OPD, camat, dan lurah. Senin (3/3/2025).
Ning Ita mengajak seluruh jajarannya untuk menyukseskan misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mojokerto yang tertuang dalam Panca Cita, serta misi Presiden dan Wakil Presiden RI dalam Asta Cita.
“Panca Cita dan Asta Cita Presiden Prabowo memiliki tautan kuat yang harus kita sukseskan. Saya berharap ini menjadi bagian dari quick win program 100 hari kerja yang harus kita wujudkan bersama”, katanya.
Dari poin pertama, bidang kesehatan, Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG). Yang masuk program 100 hari kerja, kalau sampai dengan capaian belum maksimal sesuai target 36 persen maka harus ada upaya yang lebih masif yang melibatkan kader motivator, kelurahan, kecamatan.
“Bagaimana kita sukseskan target dari 36 persen bisa kita penuhi bukan pada bulan juli, seperti target awal yang telah dibuat oleh Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB)”, jelasnya.
Poin kedua, terkait Makan Bergizi Gratis (MBG), prioritas utama di dalam sasaran MBG, dalam rangka mendukung ‘Indonesia emas tahun 2045’ seluruh daerah di Indonesia diwajibkan melaksanakan MBG ke sasaran yang telah ditetapkan.
“Jadi fokusnya tidak hanya anak-anak sekolah tapi termasuk pada balita, lansia, masyarakat rentan atau strata sosial yang paling bawah”, tuturnya.
Poin yang ketiga adalah program di bidang ekonomi, Pemkot Mojokerto yang memiliki data bidang UMKM by name by dress yang sudah terklaster. Maka ini bagian salah satu asta cita yang masuk di dalam panca citanya kota Mojokerto 2025-2030, bagaimana UMKM kota Mojokerto ini di program 100 hari kerja ada sasaran yang dinaikkan kelas.
“Yang penting angka di 3 bulan itu, kita bisa lihat naik kelas dari data klasterisasi yang sudah ada”, paparnya.
Menurutnya dari poin keempat adalah pariwisata, kalau ada di aswa cita yang berbicara kebudayaan, maka di dalam pancacita kota Mojokerto ini, tidak masuk di dalam prioritas. “Kita memiliki target yang bagaimana pariwisata kedepan itu, tetapi yang infrastruktur tentu tidak bisa dijadikan quick win maka yang sangat memungkin adalah penguatan pada event mojo.
“Maka perlu difokuskan pada event-event itu pada tingkat kunjungan kota Mojokerto yang terukur. Sehingga kedepannya dampak penguatan promosi dan publikasi kita kuatkan dan menggandeng influencer dan seterusnya”, pungkasnya.
(Gon)

