Mojokerto (transversalmedia) – Pemerintah kota Mojokerto melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) turut mensukseskan Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak secara nasional sesuai Instruksi Presiden.
Kepala DKPP Moch Hekamartha Fanani SSTP MSi mengatakan gerakan ini sebagai upaya menekan harga kebutuhan pokok yang terus mengalami kenaikan, khususnya beras.
“Untuk menjaga kestabilan harga, jangan sampai stok habis terutama beras. Yang menjadi titik krusial inflasi daerah masing-masing, jadi untuk menjaga kestabilan harga beras”, ungkapnya. Sabtu (30/8/2025).
Produk pangan yang dijual dalam GPM serentak adalah beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), minyak goreng dan gula pasir.
“Ini bagian dari bagaimana kita menstabilkan harga di Kota Mojokerto untuk komoditas beras, minyak dan gula pasir”, ungkapnya.
Harapannya, menekan harga pangan di pasar juga memberikan ketersediaan bagi masyarakat.
“Ada sebanyak 7.286 kecamatan kegiatan gerakan nasional ini. Tiap kecamatan kami menyediakan 7 ton beras SPHP, 120 liter minyak Kita, 24 kg gula”, katanya.
Untuk itu, menurut Heka untuk mensukseskan GPM yaitu dengan menggandeng binaan DKPP yaitu KWT dan Kopda. Perbedaan pasar dengan GPM yaitu ada di selisih harga.
“Untuk harga pasar jauh lebih murah terutama beras SPHP, kalau di pasaran Rp 14-15 ribu perkilo sedangkan Rp 11.400 perkilo. Jadi Rp 57 ribu per sak 5 kg”, tuturnya.
Kegiatan GPM ini sering dilakukan dengan bekerjasama dengan Diskopukmperindag, Kelurahan, TNI, Polri. Sesuai arahan Mendagri dan Menteri Pertanian akan tetap berlanjut sampai akhir tahun.
(Gon)