Ning Ita Berharap Sinergi KKMP dengan SPPG untuk Penguatan Ekonomi Kerakyatan

Mojokerto (transversalmedia) – Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mensosialisasikan wujud kesejahteraan bersama untuk memahami peran dan manfaat koperasi merah putih, di aula kantor kelurahan Gedongan. Kamis (9/4/2026).

“Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) itu memang amanah dari instruksi Presiden, nomor sembilan harus ada gerainya. Maka pemerintah daerah juga ada amanah Perda kota Mojokerto, Koperasi, UMKM”, katanya. 

Yang mana, sinergi antara KKMP dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai langkah strategis dalam membangun ekonomi kerakyatan tingkat kelurahan. 

Dalam pengarahannya, Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita itu, menyampaikan KKMP yang tersebar di 18 kelurahan ini tidak berfokus pada sembako, dengan cara menyambung melalui pabrik karena itulah levelnya produsen. Melalui kerja sama tersebut, koperasi dapat mengambil peran dalam rantai pasok kebutuhan pangan dalam skala besar.

“Dengan begitu tentu bisa mendapatkan harga yang lebih murah, nah keuntungan yang didapatkan oleh koperasi lebih banyak”, jelasnya.  

Orang nomor satu di kota Mojokerto ini berharap, lebih masif ada pengurus KKMP ini yang mensuplai UMKM. Dan bekerjasama dengan SPPG terdekat. Karena kebutuhan SPPG sangat besar sekali.   

“SPPG ini kebutuhannya sangat besar. Kalau satu dapur melayani 2.000 porsi per hari, dengan belanja Rp 8.000 per porsi, berarti SPPG mengeluarkan Rp 160 juta per hari untuk belanja bahan makanan. Kalau KKMP bisa mengambil 10–15 persen saja, itu sudah menjadi peluang omzet yang sangat besar”, jelasnya.

Ia menegaskan bahwa sinergi antara KKMP dan SPPG merupakan bagian dari amanah pemerintah pusat dalam membangun ekosistem ekonomi sirkuler, di mana perputaran ekonomi terjadi di wilayah yang sama dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat setempat.

Untuk itu, ia meminta camat dan lurah untuk memfasilitasi kerjasama antar lembaga, termasuk pembagian peran antar KKMP agar seluruh wilayah dapat merasakan manfaat secara merata.

“Tujuan utama program ini adalah membangun ekonomi kerakyatan yang kuat. Koperasi harus menjadi penggerak utama, bukan hanya ramai di awal, tetapi berkelanjutan dan terus berkembang,” tegasnya.

Lebih lanjut ia menegaskan bahwa koperasi tidak lagi bergantung pada besarnya fisik usaha, melainkan pada kemampuan memanfaatkan sistem dan teknologi. Ia mencontohkan berbagai perusahaan berbasis digital yang mampu meraih omzet besar tanpa harus memiliki aset fisik yang besar.

“Urat nadi koperasi itu bukan dari besar kecilnya gerai, tapi bagaimana sistemnya berjalan. Hari ini, dengan teknologi dan sistem perdagangan online, peluang meraih keuntungan terbuka lebar”, pungkasnya.

(Gon)

Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terpopuler