Mojokerto (transversalmedia) – Pengurus Cabang Tunas Indonesia Raya (PC Tidar) Mojokerto telah melaksanakan kegiatan mengkaderisasi Tunas 1 dan 2. Kegiatan ini dilaksanakan di Warung Rakyat. Sabtu (05/09/2026).
Tampak hadir, Bupati Mojokerto (Dr. H. Muhammad Al Barra, Lc., M.Hum), dan Wakil Bupati Mojokerto (M. Rizal Octavian), DPC Partai Gerindra Kabupaten Mojokerto (Sujatmiko, S.Pd., M.Si), PP Tidar Ketua Bidang (Bagus Pamungkas), Pengurus Jatim Tidar (Halim). Ketua Pengurus Luar Negeri Tidar Hongkong (Nikolas Wijaya). Serta para kader Tidar Kabupaten Mojokerto.
Ketua PC Tidar kabupaten Mojokerto, Defy Firman mengatakan Kegiatan Tunas 1 dan 2 adalah salah satu skema pengkaderan di Tidar. Yang mana Tunas 1 dan 2 bisa dilaksanakan di pengurus cabang untuk kabupaten dan kota seluruh Indonesia.
“Setelah mengikuti Tunas 1 dan 2, kalian akan melaksanakan kesempatan untuk tunas 3. Dimana tunas 3 mengagendakan pengurus daerah atau tingkat provinsi. Dan puncaknya di tunas 4 yang melaksanakan langsung pengurus pusat”, katanya.
Sedangkan untuk tunas 4, tingkat akhir atau jenjang tertinggi yang berfokus pada pemantapan ideologi tingkat lanjut, strategi politik nasional, kepemimpinan strategis, serta kebijakan organisasi skala makro.
“Di tunas 4 hanya beberapa puluh yang bisa lolos. Di pengisi materinya di level sekelas menteri dan eksekutif internasional. Dengan catatan kalian harus mengikuti tunas 1, 2, dan 3. Dan mengiriskan resign untuk kelayakan untuk tunas 4”, tuturnya.
Ia menjelaskan, Tidar merupakan anak kandung dari partai Gerindra. Di era pemuda banyak yang tidak mengerti terkait politik. Dengan adanya Tidar di wilayah kabupaten Mojokerto, ia mengajak untuk para kader tidak apolitis dan tidak buta politik.
“Padahal seluruh agenda kita mulai perdagangan, kesehatan, pemerintahan, bahkan di skala RT RW itu tidak terlepas pelajaran yang namanya politik”, ungkapnya.
Defy berharap, kalangan pemuda untuk melek politik agar selanjutnya berdampak bagi bangsa meskipun skupnya di lingkungan masing-masing.
“Di Tidar Mojokerto bukan hanya belajar tentang politik tetapi juga belajar tentang kewirausahaan secara riil yang konkret, kita belajar berorganisasi”, pungkasnya.
(Gon

