Mojokerto (transversalmedia) – Pembangunan infrastruktur pada lingkungan Pemerintah Kota Mojokerto genjot sampai kelar pada peningkatan sarana pelayanan publik. Wali Kota Mojokerto, Ning Ita kembali menekankan agar seluruh proyek prioritas dapat diselesaikan sesuai target waktu, tanpa mengabaikan standar kualitas pekerjaan.
Hal ini menjadi atensi bagi Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPR Perakim) Kota Mojokerto yang menangani sejumlah proyek pembangunan strategis tahun 2017.
“Pekerjaan harus selesai tepat waktu. Namun, percepatan jangan sampai mengorbankan kualitas”, kata Ning Ita saat bertemu dengan awak media.
Yang mana berbagai proyek yang tengah dikerjakan antara lain pembangunan Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mojokerto dan Kantor BAZNAS Kota Mojokerto.
Disamping itu pula, selain pembangunan gedung pemerintahan, Pemkot Mojokerto juga melakukan penataan sarana dan prasarana di kawasan Gelora A. Yani. Penataan tersebut mencakup pembangunan pagar serta area parkir untuk mendukung fungsi kawasan sebagai salah satu ruang aktivitas masyarakat.
Proyek lainnya yakni pembangunan tahap kedua eks gedung DPRD Kota Mojokerto. Pada tahap ini, pekerjaan diarahkan pada penambahan ruang pertemuan di lantai dua sehingga bangunan tersebut dapat dimanfaatkan secara lebih optimal.
Sementara di wilayah Kecamatan Kranggan, pembangunan difokuskan pada penataan lanskap halaman serta sarana dan prasarana kantor kecamatan. Pemkot juga melakukan rehabilitasi Kantor Kelurahan Blooto sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas fasilitas pelayanan pemerintahan di tingkat kelurahan.
Pemkot Mojokerto berharap seluruh pekerjaan tersebut tidak hanya memenuhi target penyelesaian, tetapi juga menghasilkan bangunan dan fasilitas yang layak, aman, fungsional serta memiliki kualitas konstruksi yang baik.
Dengan demikian, pembangunan yang menggunakan anggaran daerah tersebut dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat dan memiliki daya guna dalam jangka panjang.
Pemkot juga meminta proses pelaksanaan pekerjaan tetap memperhatikan ketentuan teknis dan kualitas konstruksi. Target waktu menjadi penting, namun hasil akhir pembangunan tetap menjadi ukuran utama keberhasilan sebuah proyek.
(Gon)

