Mojokerto (transversalmedia) – Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR didampingi oleh Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, serta Wakil Wali Kota Mojokerto, Dr. Rachmad Sidharta Arisandi, S.IP., M.Si. menyampaikan bahwa penanganan TBC merupakan salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Saat ini, Indonesia menempati urutan kedua di dunia untuk jumlah kasus TBC, di mana sekitar 10% kasus global berasal dari Indonesia. Jika dihitung per 100.000 penduduk, insidensi kasus TBC di Indonesia bahkan lebih tinggi dibandingkan India.
”Presiden ingin kita sebagai bangsa mampu mengatasi masalah TBC. Strategi utama kita adalah dengan penemuan kasus secara aktif melalui screening pada populasi berisiko tinggi dan kontak erat pasien TBC,” ujar Wamenkes.
Evaluasi Fasilitas Kesehatan dan SDM
Dalam kunjungannya, Wamenkes juga meninjau kesiapan sarana dan prasarana kesehatan. Pemerintah merencanakan renovasi seluruh Puskesmas di Indonesia dalam rentang waktu tiga tahun ke depan, serta revitalisasi RSUD yang fasilitasnya sudah tidak memadai. Selain perbaikan fisik, Kementerian Kesehatan juga fokus pada pemenuhan Sumber Daya Manusia (SDM) dan pemenuhan alat medis, seperti distribusi X-ray mobile ke Puskesmas-Puskesmas perawatan serta perekrutan tenaga radiografer.
Ia menilai tantangan pelayanan kesehatan di Indonesia sangat bergantung pada kondisi geografis dan ketersediaan tenaga medis yang belum merata, terutama di luar kota-kota besar.
Target Kota Mojokerto Bebas TBC pada 2029
Menanggapi fasilitas kesehatan di Kota Mojokerto, Wamenkes mengapresiasi ketersediaan tempat tidur rumah sakit yang jumlahnya mencapai hampir tiga kali lipat dari kebutuhan penduduk kota. Hal ini menunjukkan bahwa fasilitas kesehatan di Kota Mojokerto turut melayani dan menjadi penyangga bagi pasien dari wilayah sekitar, seperti Jombang, Sidoarjo, hingga wilayah perbatasan lainnya.
Melihat potensi SDM dan cakupan fasilitas kesehatan yang memadai, Wamenkes mendorong Kota Mojokerto untuk menjadi percontohan nasional dalam penuntasan TBC.
”Kota Mojokerto memiliki SDM yang cukup, 6 rumah sakit, 6 Puskesmas, dan 10 Pustu. Saya berharap dalam 3 tahun ke depan, atau pada tahun 2029, Kota Mojokerto bisa menjadi salah satu kota pertama di Indonesia yang bebas dari TBC,” pungkasnya.
(Gon)

