Mati Suri Sejak 2023, Niat Baik Porserosi Mojokerto Mental di Meja Dr. Nurkholis!

Mojokerto (transversalmedia) – Niat tulus para penggiat olahraga untuk membangkitkan kembali prestasi daerah justru harus membentur tembok birokrasi yang dingin. Upaya keras penggiat sepatu roda Kota Mojokerto untuk membangun kembali Pengcab Porserosi yang telah vakum sejak 2023 terhambat akibat sikap tertutup dari Ketua Pengprov Porserosi Jawa Timur, Dr. Nurkholis, S.Sos., M.Si., M.Han., MK.KL., CIPA., CIHCM.

​Sikap acuh ini disorot tajam oleh Moch. Mustofa, salah satu penggiat sepatu roda asal Kota Mojokerto. Ia mengecam keras sulitnya menjalin komunikasi dan koordinasi dengan figur yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jatim tersebut.

​Padahal, reorganisasi dan pengaktifan kembali kepengurusan di tingkat kota sangat mendesak demi menyelamatkan pembinaan atlet-atlet muda yang telantar tanpa kejelasan induk organisasi selama bertahun-tahun.

​”Kami ingin bergerak maju dan menghidupkan kembali Porserosi Kota Mojokerto yang mati suri sejak 2023. Namun, bagaimana organisasi bisa berjalan kalau Ketua Porserosi Jatim, Dr. Nurkholis, sangat susah diajak koordinasi dan terkesan menutup pintu?” ujar Moch. Mustofa dengan nada kecewa berat, Rabu (28/10/2026).

​Ironisnya, upaya komunikasi tidak dilakukan secara sembarangan. Menurut Mustofa, pesan koordinasi resmi via WhatsApp telah dilayangkan jauh-jauh hari sejak 9 September 2026, namun hingga detik ini tidak kunjung mendapatkan respons maupun iktikad baik dari sang ketua.

​Kondisi ini memicu keprihatinan mendalam di kalangan pemerhati olahraga. Di saat penggiat daerah berjuang mati-matian secara swadaya demi masa depan generasi muda, pimpinan organisasi tingkat provinsi yang seharusnya menjadi pengayom justru dinilai sibuk sendiri dan mengabaikan daerah.

​Para penggiat sepatu roda Kota Mojokerto mendesak Dr. Nurkholis agar tidak bersikap arogan birokratis dan segera membuka ruang dialog. Jangan sampai prestasi dan masa depan atlet sepatu roda di Kota Mojokerto terus-menerus dikorbankan hanya karena buruknya komunikasi dari pucuk pimpinan Porserosi Jatim.

(Gon)

Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terpopuler