Mojokerto (transversalmedia) – Kelurahan Gedongan melaksanakan agenda kegiatan tahunan musyawarah perencanaan pembangunan atau musrenbang tingkat kelurahan, yang diselenggarakan di aula kantor Gedongan, kecamatan Magersari, kota Mojokerto. Rabu (21/01/2026).
Tampak hadir, Wali Kota Mojokerto (Ika Puspitasari), Kepala Bapperida kota Mojokerto (Riyanto SH MSi), kepala OPD, Camat Magersari (Setiyo Budi Utomo SE) dan Lurah Gedongan (Hegar Biancha, S.STP).
Anggaran Kelurahan Gedongan di tahun 2026 telah mencapai Rp 665.390 juta yang terbagi menjadi 3 program yaitu ; program penunjang urusan pemerintahan daerah, program pemberdayaan masyarakat desa dan kelurahan, dan program koordinasi ketentraman dan ketertiban umum.
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengatakan, Dakel Gedongan tahun 2024 sebesar Rp 424 juta. Tahun 2025 naik menjadi Rp 599 juta, tapi yang terealisasi cuma Rp 509 juta.
“Anggaran Rp 426 juta ini cukup, kan warganya cuma sedikit, lebih tidak terserap. Kira-kira sebesar itulah kebutuhannya, kalau diberi banyak tidak terserap,” imbuhnya.
Selain dana kelurahan tersebut, lanjutnya, Pemkot masih memberi alokasi anggaran untuk warga Gedongan melalui dinas-dinas terkait.
“Contohnya, pada tahun 2025 selain menyerap Dakel sebesar Rp 509 juta, masih dapat Rp 182 juta yang dilewatkan melalui dinas-dinas terkait. Jadi, totalnya hampir 700 juta,” terangnya.
Pada tahun 2026 juga demikian, Dakel sebesar Rp 426 juta, tapi masih dapat anggaran yang kegiatannya di ampuh oleh dinas terkait.
“Contohnya memperbaiki jalan dan rehab drainase, anggarannya nempel di Dinas PUPR. Tetap dapat Gedongan, tidak hanya yang di Dana Kelurahan tadi,” katanya.
Untuk itu, perempuan pertama yang menjabat sebagai Wali Kota Mojokerto ini mendorong agar peserta memanfaatkan forum Musrenbang untuk mengusulkan apa yang menjadi kebutuhan warga.
“Kira-kira alokasi anggarannya itu dan temannya sudah disebutkan, mana yang paling prioritas, paling dibutuhkan, dan sebesar mungkin itu memang sangat dibutuhkan warga”, pungkasnya.
(Gon)

