DLH Bersihkan Tepi Sungai Di Sekitar Jalan Hayam Wuruk, Warga Diminta Disiplin Jaga Kebersihan

Mojokerto (tranversalmedia) –  Para petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemerintah kota Mojokerto membersihkan sampah di tepi sungai brantas sekitar jalan Hayam Wuruk. Hal itu menurut laporan, adanya beberapa warga yang tak bertanggung jawab membuang sampah di tepi sungai tersebut.

Plt Kepala DLH Kota Mojokerto, Ikromul Yasak S.Sos MM mengatakan, kegiatan ini sudah dilakukan rutin bagi para pekerja kebersihan untuk melakukan pembersihan sampah. 

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga kebersihan sungai dari tumpukan sampah. Apabila tidak dibersihkan, sampah-sampah itu akan terus mengotori keindahan tepi sungai Brantas”, katanya. Kamis (19/2/2026).

Oleh karena itu, dalam menjaga kebersihan kota, bukan hanya menjadi tugas pemerintah saja. Namun kesadaran masyarakat terkait menjaga kebersihan sampah juga perlu dilakukan.

“Dari laporan warga, adanya pihak yang tidak bertanggung jawab atas hal itu, pentingnya kesadaran masyarakat tanpa berbuat,  yang perlu disesalkan hanya bisa mengeluh dan menyalahkan, tapi tidak bisa memulai dari diri sesuatu yang baik”, tuturnya. 

Sebelumnya, Pemerintah kota Mojokerto aktif melaksanakan kerja bakti massal serentak di berbagai wilayah, termasuk kawasan strategis dan permukiman, sebagai bentuk dukungan terhadap Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) pada awal Februari 

Menurut Ning Ita, kerja bakti massal tersebut bukan program baru, melainkan agenda rutin yang telah berjalan sejak periode pertama kepemimpinannya dan terus berlanjut hingga saat ini.

“Ini kita lakukan secara konsisten sejak saya menjabat pada periode pertama hingga sekarang. Budaya gotong royong harus terus dirawat agar kebersihan Kota Mojokerto menjadi tanggung jawab bersama,” jelasnya.

Ning Ita menegaskan bahwa secara infrastruktur pengelolaan sampah, Kota Mojokerto sebenarnya sudah sangat memadai. Saat ini terdapat 30 depo sampah, 10 Tempat Penampungan Sementara (TPS), 3 TPS 3R, serta 1 Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

“Dengan luas wilayah Kota Mojokerto yang hanya sekitar 20 kilometer persegi, jumlah fasilitas tersebut sangat mencukupi. Tantangannya ada pada perilaku masyarakat,” ungkapnya.

Karena itu Ning Ita menekankan tentang pentingnya kedisiplinan dan kesadaran warga dalam menjaga kebersihan lingkungan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui inovasi Budaya RT Berseri (Bersih, Sehat, dan Asri), yang digagas langsung oleh Ning Ita untuk mengubah perilaku masyarakat dengan mengedepankan nilai gotong royong.

Ia berharap, melalui gerakan bersama yang berkelanjutan, Kota Mojokerto dapat menjadi kota kecil yang bersih, tertib, dan berwawasan lingkungan, sekaligus berkontribusi nyata dalam mendukung Gerakan Indonesia ASRI.

(Gon)

Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terpopuler