Mojokerto (transversalmedia) – Kecamatan Magersari, kota Mojokerto menyelenggarakan musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan. Senin (23/2/2026).
Tampak hadir, Wali Kota Mojokerto (Ika Puspitasari). Sekretaris Bapperida Kota Mojokerto (Nara Nupiksaning Utama, ST CGCAE), Kepala OPD, Camat Magersari (Setiyo Budi Utomo SE), unsur Forkopimcam, Lurah se Kecamatan Magersari, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, serta seluruh peserta MusrenbangĀ
Camat Magersari, Setiyo Budi Utomo SE mengatakan, Musrenbang Kecamatan ini merupakan tahapan dalam proses perencanaan Pembangunan daerah yang partisipatif, sebagai tindak lanjut dari Musrenbang Tingkat Kelurahan yang telah dilaksanakan sebelumnya.Ā
āKegiatan ini menjadi wadah untuk menyelaraskan usulan masyarakat dengan arah kebijakan pembangunan kotaā, katanya.Ā
Dijelaskan, untuk Musrenbang tahun ini Kecamatan Magersari terdapat 86 usulan dengan rincian : Bidang Infrastruktur 65 Usulan, Bidang Pembangunan Manusia 10 Usulan, Bidang Ekonomi 11 Usulan.
āKami berharap melalui forum ini seluruh usulan prioritas Kecamatan Magersari dapat terakomodasi dalam rencana kerja pemerintah daerah tahun 2027 demi terwujudnya Pembangunan yang merata dan berkeadilanā, harapnya.
Sementara, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengatakan, kembali menegaskan bahwa tema pembangunan Kota Mojokerto tahun 2027 difokuskan pada peningkatan ketahanan ekonomi dan ketahanan sosial budaya melalui penguatan daya saing sektor unggulan.Ā
āKetahanan ekonomi menjadi penting agar kita mampu berdikari. Namun kekuatan kita tidak hanya pada sumber daya alam dan ekonomi, melainkan juga pada ketahanan sosial budaya yang berbasis gotong royong,ā tegasnya.
Dalam konteks penguatan ekonomi, Ning Ita menyebut UMKM sebagai salah satu sektor unggulan Kota Mojokerto. Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UKM, terdapat sekitar 16 ribu pelaku UMKM, khususnya sektor kuliner, yang telah terdata dan memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Selain itu, sektor IKM alas kaki juga telah menunjukkan capaian ekspor.Ā āPotensi ini harus kita kelola dengan baik untuk memperkuat ketahanan ekonomi daerah,ā imbuhnya.
Pagi ini, Ning Ita juga menjelaskan terkait tantangan yang dihadapi Kota Mojokerto, terutama keterbatasan lahan yang kerap menjadi kendala dalam merealisasikan program prioritas nasional maupun investasi. Banyak program pusat yang membutuhkan lahan luas belum dapat diakomodasi karena keterbatasan ruang di wilayah kota. Meski demikian, ia memastikan bahwa program prioritas nasional yang memungkinkan tetap akan diakses, selama persyaratan teknis, terutama ketersediaan lahan, dapat dipenuhi.
Musrenbang Kecamatan Magersari, tercatat sebanyak 86 usulan yang akan digodok dengan rincian 65 usulan pada pembangunan infrastruktur, 10 usulan pembangunan Sumber Daya Manusia serta 11 usulan untuk pembangunan ekonomi. Seluruh usulan tersebut akan dikaji dan diselaraskan dengan prioritas pembangunan daerah yang tertuang dalam Panca Cita Kota Mojokerto.
(Gon)
Ā
Ā

