Mojokerto (transversalmedia) – Dalam malam puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 733, digelar serangkaian acara tasyukuran Kenduri Tumpeng oleh Pemerintah Kabupaten Mojokerto, di Pendopo GMT. Jumat (08/05/2026). Hal ini disambut meriah oleh pegawai lingkup Pemkab Mojokerto.
Tema hari jadi kabupaten Mojokerto mengusung ‘Mojokerto Berdaya, Rakyat Sejahtera, Pembangunan Merata’. Tema tersebut dinilai sangat relevan dengan kondisi Kabupaten Mojokerto saat ini, terutama di tengah tantangan perekonomian yang belum sepenuhnya stabil.
Bupati Mojokerto, Dr. H. Muhammad Al Barra, Lc., M.Hum menyampaikan usia 733 tahun merupakan perjalanan sejarah yang sangat panjang bagi daerahnya. Menurutnya, sejarah Kabupaten Mojokerto tidak bisa dilepaskan dari perjuangan Raden Wijaya.
“Sejarah besar ini diawali dari Raden Wijaya yang berhasil mengusir tentara Tar Tar dari Bumi Majapahit, kemudian mendirikan Kerajaan Majapahit”, katanya.
Orang nomor satu di Kabupaten Mojokerto, mengingatkan Kerajaan Majapahit memiliki masa kejayaan yang luar biasa dan menjadi kebanggaan nusantara. Warisan kejayaan tersebut menjadi fondasi kuat hingga hari ini Mojokerto terus tumbuh menjadi daerah yang tangguh dan berkembang.
Pada malam hari ini, tidak hanya Kabupaten Mojokerto yang menggelar kenduri, tetapi seluruh rakyat Indonesia di berbagai kabupaten juga melakukan tradisi serupa. Kenduri tumpeng menjadi wujud syukur sekaligus sarana untuk ↑ mempererat kebersamaan antar warga.
Laki-laki yang akrab disapa Gus Barra menjelaskan kenduri memiliki makna sebagai sarana berkumpul dan memperkuat silaturahmi antar masyarakat. Sementara itu, tumpeng mengajarkan filosofi mendalam tentang kehidupan.
“Tumpeng mengajarkan kita agar dalam setiap langkah, kita harus menjalani dengan sungguh sungguh, penuh tanggung jawab, dan tidak setengah setengah”, ungkapnya.
Ia mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Mojokerto untuk tetap berdaya den mencurahkan segala daya upaya demi kemajuan Mojokerto Berdaya dimaknai sebagai masyarakat yang memiliki kemandirian, kekuatan, serta semangat untuk terus maju tanpa bergantung pada pihak lain.
Disamping itu pula, menyampaikan sejumlah capaian positif yang berhasil diraih selama setahun terakhir.
Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Mojokerto saat ini tercatat 77,46 persen, angka tersebut berada di atas rata rata nasional dan menunjukkan kualitas hidup masyarakat yang semakin baik.
Angka penduduk miskin tercatat sebesar 8,79 persen, sedangkan tingkat pengangguran terbuka berada di angka 3,49 persen. Kedua capaian tersebut masih berada di bawah rata rata Provinsi Jawa Timur, sehingga menjadi indikator keberhasilan program pengentasan kemiskinan dan perluasan lapangan kerja.
Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Mojokerto tahun 2025 juga menunjukkan tren positif dengan capaian 5,59 persen.
Pertumbuhan tersebut menandakan bahwa kondisi pemerataan ekonomi di masyarakat makin membaik dari tahun ke tahun. Angka harapan hidup masyar Kabupaten Mojokerto pun meningkat hingga mencapai 75,28 tahun.
“Semua capaian ini adalah hasil kerja keras, gotong royong, dan kolaborasi dari seluruh rakyat Kabupaten Mojokerto,” tegas Bupati menutup sambutannya.
la berharap peringatan hari jadi yang ke 733 tahun ini dapat menjadi penyemangat baru bagi semua pihak. Momentum bersejarah ini diharapkan mampu mendorong pemerintah dan masyarakat untuk terus bersinergi membangun Kabupaten Mojokerto yang lebih maju, berdaya, dan sejahtera.
(Adv/Gon)

