Mojokerto (transversalmemdia) – Selamat untuk Digo Rizky Pranata Agung dan Adia Tsallata Berliana yang secara resmi dinobatkan sebagai pemenang Gus dan Yuk Kota Mojokerto 2026 dalam malam Grand Final Pemilihan Duta Wisata Gus dan Yuk Kota Mojokerto yang digelar di Amphitheater Taman Bahari Majapahit. Sabtu malam (27/6/2026).
Acara bergengsi tersebut dihadiri jajaran Forkopimda, kepala OPD, tokoh masyarakat, serta ratusan pendukung yang memadati lokasi.
Dari total 108 putra-putri terbaik yang bertarung sengit sejak pagi, inilah 20 FINALIS RESMI (10 Gus & 10 Yuk) yang berhasil merebut tiket emas menuju babak puncak!
Bukan sekadar modal penampilan fisik, mereka telah menyisihkan ratusan pesaing melalui ujian ketat intelektual, public speaking, wawasan budaya lokal, hingga kesiapan menjadi promotor digital pariwisata Kota Mojokerto!
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menegaskan, ajang Pemilihan Duta Wisata Gus dan Yuk bukan sekadar seremonial kompetisi tahunan, tetapi menjadi wadah strategis untuk melibatkan generasi muda dalam mempromosikan potensi daerah.
“Pemilihan Duta Wisata Gus Yuk bukan sekadar ajang kompetisi untuk memilih putra-putri terbaik Kota Mojokerto. Ajang ini merupakan wadah strategis untuk memberdayakan generasi muda sebagai mitra pemerintah kota dalam mempromosikan potensi pariwisata, budaya, sejarah, dan ekonomi kreatif yang ada di Kota Mojokerto”, katanya.
Wali Kota Mojokerto yang akrab disapa Ning Ita ini menjelaskan, di tengah persaingan antar daerah yang semakin kompetitif, promosi wisata tidak cukup hanya mengandalkan keindahan destinasi. Daerah juga membutuhkan sumber daya manusia yang kreatif, komunikatif, inovatif, dan mampu menjadi representasi daerah di tingkat nasional hingga internasional.
“Karena itu, kehadiran Gus dan Yuk sebagai duta yang mampu memperkenalkan identitas Kota Mojokerto kepada masyarakat luas menjadi tumpuan bagi kami”, ungkapnya.
Ia berharap para Gus dan Yuk Kota Mojokerto 2026 tidak hanya memiliki penampilan yang menarik, tetapi juga dibekali wawasan luas, kemampuan komunikasi yang baik, penguasaan bahasa, jiwa kepemimpinan, kepedulian terhadap budaya, serta kecintaan terhadap Kota Mojokerto. Ning Ita juga mengingatkan bahwa gelar Gus dan Yuk merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Malam ini bukan sekadar malam penentuan siapa yang akan mengenakan selempang Gus dan Yuk Kota Mojokerto. Lebih dari itu, malam ini adalah awal dari sebuah amanah”, ujarnya. Gelar ini bukan sekadar prestise atau simbol belaka, tetapi mengandung tanggung jawab besar untuk menjadi representasi Kota Mojokerto di berbagai kesempatan,” imbuh Ning Ita.
Sebagai informasi, pada penyelenggaraan di tahun 2026 ini, panitia mengusung tema Citra Wicaksono Bahari Mahardika Mojopahit. Malam puncak pemilihan berlangsung meriah dengan dihadiri jajaran Pemerintah Kota Mojokerto, tamu undangan, serta masyarakat yang memenuhi arena amphitheater untuk menyaksikan penobatan duta wisata baru Kota Mojokerto.
Ning Ita menjelaskan tema tersebut menggambarkan generasi muda yang bijaksana dalam berpikir, mulia dalam bersikap, serta mandiri dalam berkarya.
Selain itu, tema tersebut juga mengandung semangat kejayaan Kerajaan Majapahit sebagai kerajaan maritim besar yang mampu membangun peradaban melalui persatuan, perdagangan, dan kebudayaan.
“Nilai-nilai itu harus diwariskan kepada generasi muda Kota Mojokerto, bukan sekadar untuk mengenang kejayaan masa lalu, tetapi menjadi inspirasi dalam membangun masa depan yang lebih maju, inovatif, dan berdaya saing,” tuturnya.
(Gon)

