Jombang (transversalmedia) – Sektor informal di wilayah pedesaan kerap menjadi tumpuan ekonomi masyarakat, mulai dari jasa perbaikan rumah, pembuatan pagar, hingga kanopi. Namun, keterbatasan peralatan kerap menjadi tantangan utama yang menghambat kecepatan produksi dan keselamatan para pekerja.
Melihat kondisi tersebut, BRI Kantor Cabang Jombang hadir memberikan solusi nyata bagi para pengerajin logam yang tergabung dalam Kelompok UMKM Bengkel Las Eprek di Desa Betek, Mojoagung. Lewat program TJSL, BRI menyerahkan bantuan paket peralatan kerja modern guna menunjang produktivitas mereka.
Bantuan yang disalurkan meliputi mesin trafo las, bor cas, gerinda, mesin serkel, kompresor, hingga kacamata las keselamatan. Peralatan ini dirancang untuk memangkas waktu pengerjaan dan meningkatkan presisi hasil produksi.
Pimpinan Cabang BRI Jombang, Boedhi Winaryo, menegaskan pentingnya pendampingan sarana kerja bagi pelaku usaha lokal. Menurutnya, intervensi berupa penyediaan alat kerja langsung berdampak pada kualitas dan standar mutu produk yang dihasilkan UMKM.
”Usaha perbengkelan di desa punya prospek yang sangat baik. Kehadiran alat-alat ini diharapkan membuat pekerjaan teman-teman UMKM lebih cepat dan rapi. Kami juga melengkapinya dengan alat pelindung diri karena keselamatan kerja adalah hal yang mendasar,” jelas Boedhi.
Rasa syukur turut disampaikan oleh Ketua Kelompok UMKM Bengkel Las Eprek, Imbang Sutrisno. Ia mengakui bahwa peremajaan peralatan ini menjadi jawaban atas kendala teknis yang selama ini dihadapi para anggota kelompok saat menerima pesanan skala besar.
”Peralatan baru ini menjadi penyemangat bagi kami. Sekarang pengerjaan bisa lebih lancar dan praktis tanpa terhalang peralatan yang lama atau terbatas,” tuturnya.
Melalui sinergi ini, UMKM sektor perbengkelan di Mojoagung diharapkan mampu meningkatkan daya saing, menerima kapasitas pekerjaan yang lebih besar, dan terus menggerakkan roda ekonomi kerakyatan di daerah.
(Gon)

