Mojokerto (transversalmedia) – Pemerintah Kota Mojokerto terus memperkuat sinergi lintas instansi dalam menghadirkan jaminan kesejahteraan sosial bagi masyarakat. Kali ini, penyaluran Bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) dipusatkan di Pendopo Sabha Mandala Tama, Pemkot Mojokerto, Rabu (21/10/2026).
Dalam laporan yang disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kota Mojokerto, Bapak Gaguk Tri Prasetyo, A.T.D., M.M., kegiatan ini merupakan wujud implementasi program kesejahteraan sosial yang menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta melibatkan seluruh lapisan masyarakat.
Sekda Gaguk memaparkan bahwa salah satu kelompok yang menjadi fokus perhatian dalam program ini adalah penderita tuberkulosis (TB), baik yang masih aktif maupun yang sudah sembuh. Melalui program Atensi ini, pemerintah hadir untuk meringankan beban penerima manfaat, membantu pemenuhan kebutuhan dasar, serta mendorong peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan sosial masyarakat guna mendukung program eliminasi TB dan penurunan angka kemiskinan di Kota Mojokerto.
Adapun sasaran penerima manfaat dalam penyaluran bantuan ini berjumlah 46 orang penderita TB di Kota Mojokerto. Sumber bantuan berasal dari Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Sentra “Margo Laras” di Pati. Setiap penerima manfaat mendapatkan satu paket bantuan yang terdiri atas paket sembako, bantuan nutrisi, serta perlengkapan isi hunian rumah berupa lemari plastik, kipas angin, dan tikar. Nilai bantuan tersebut sebesar Rp 1.809.580 per penerima manfaat, dengan total anggaran mencapai Rp83.240.680.
Kepala Sentra “Margo Laras” Pati Kementerian Sosial RI, Bapak Bambang Tri Hartono, S.Sos., M.S.W., turut hadir dan menjelaskan bahwa Sentra “Margo Laras” merupakan unit pelaksana teknis Kementerian Sosial di bawah Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial yang mengampu 15 kabupaten/kota di Jawa Tengah dan 8 kabupaten/kota di Jawa Timur, termasuk Kota Mojokerto.
Bambang menjelaskan bahwa alokasi bantuan dan pendampingan dari Kementerian Sosial mencakup berbagai klaster kelompok rentan. Khusus untuk Kota Mojokerto, total penerima manfaat Atensi tercatat sebanyak 231 jiwa dengan total bantuan yang disalurkan mencapai Rp 416.322.000.
”Untuk Kota Mojokerto sendiri totalnya sebanyak 46 pas [untuk anak], lansia ada 72 pemeluk asistensi sosial, disabilitas sebanyak 15, kelompok rentan termasuk di dalamnya TB RO sebanyak 58, juga ada Napza sebanyak 40 orang,” ujar Bambang merinci data penerima manfaat.
Ia juga menjelaskan penyesuaian alokasi yang dilakukan melalui kolaborasi bersama Dinas Sosial, di mana alokasi yang semula diprioritaskan bagi orang tua siswa sekolah rakyat digeser untuk mendukung kelompok rentan seperti penderita TB Resisten Obat (TB RO) maupun eks TB RO.
”Oleh karena itu, kami mengalokasikan, menggeser yang tadinya untuk orang tua, kami geser untuk kelompok rentan seperti TB RO ataupun eks TB RO. Jadi masih bisa, dalam keadaan sakit ataupun sudah sakit masih bisa [menerima bantuan],” tambahnya.
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menyambut baik kolaborasi yang terjalin erat dengan Sentra “Margo Laras” Pati Kemensos RI ini. Menurutnya, pendampingan yang menyasar para penyintas penyakit kronis dan kelompok rentan sangat krusial untuk memulihkan produktivitas serta kualitas hidup warga.
”Penanganan kesehatan tidak berhenti pada kesembuhan medis semata, tetapi bagaimana pemulihan ekonomi dan pemenuhan gizi mereka terus dikawal. Sinergi pusat dan daerah ini menjadi kekuatan penting bagi Kota Mojokerto untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, inklusif, dan berdaya,” ungkap Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita tersebut.
Melalui sinergi berkelanjutan antara Pemkot Mojokerto, Kementerian Sosial, dan berbagai pihak terkait, diharapkan cakupan layanan rehabilitasi sosial berbasis keluarga dan komunitas dapat terus diperluas, sehingga seluruh warga dari kelompok rentan mendapatkan perhatian yang merata, inklusif, dan bermartabat.
(Gon)

