image_pdfimage_print

Mojokerto (transversalmedia) – Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik (MPR RI) Anwar Rachman menjelaskan keterkaitan berita bohong atau HOAK yang sengaja disebar luaskan jika Pancasila buatan Partai Komunis Indonesia (PKI).

“Pancasila itu jelas-jelas bikinan kyai. Hasil pemikiran kyai,  mana ada sila-sila yang bertentangan dengan Al Quran dan Hadist,” tegas setelah acara penyampaian materi kebangsaan dan bedah buku Islam Nusantara di Kantor PCNU jalan Surodinawan Kota Mojokerto. Jum’at (11/1/2019).

Ia yang juga anggota DPR RI ini, mengklaim jika dalam perumusan Pancasila, Kyai salah satu ikut andil dalam perumusan Pancasila. “Pancasila itu jelas-jelas bikinan kyai. Hasil pemikiran kyai, mana ada sila-sila yang bertentangan dengan AlQuran dan Hadist,” tegasnya.

baca juga:  Pemkot Mojokerto Ikuti Verifikasi Lapangan APE 2021

Lebih lanjut politisi asal PKB ini mengatakan tak hanya pancasila, kemerdekaan bangsa Indonesia juga merupakan peran kyai terutama kyai Nahdlatul Ulama.

“Wawasan kebangsaan perlu ditingkatkan guna membentengi dari gerakan-gerakan radikal baik dari kiri dan kanan,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu Anwar mengatakan warga NU merupakan benteng utama yang harus mampu menjaga NKRI. Tak hanya itu, warga NU harus melek internet, lantaran saat ini serangan untuk merongrong pancasila gencar lewat media sosial.

“Orang NU masih gaptek (gagap teknologi,red), belum sadar ada serangan lewat medsos. Setelah tahu, baru sadar pentingnya dakwa lewat medsos. Beruntung sekarang generasi muda NU sudah canggih,” akuinya.

Sementara itu Ahmad Muntaha Sekretaris LBM NU Jatim mengatakan munculnya pemikiran Islam nusantara langsung dijadikan sasaran oleh ormas yang tidak sependapat dengan NU.

baca juga:  Sinergitas Pemkot Mojokerto dan Polresta Dukung Perwali Nomor 55 Tahun 2020

“Islam nusantara merupakan islam aswaja yang dikembangkan ulama untuk menantang gerakan yang bertentangan dengan aswaja,” katanya.

Saat ini lanjutnya islam nusantara merupakan bentuka gerakan yang tepat untuk mengenalkan islam ke bangsa Indonesia yang multi etnis ini.

“Dulu para wali berdakwa mampu diterima dengan baik, maka dengan itu contoh yang diberikan para wali yang kita terapkan,” tegasnya.

Ia tambahnya meminta agar warga NU terus mengemakan islam nusantara.”Pemikiran islam nusantara ini muncul dalam muktamar di Jombang, setelah itu kyai-kyai NU merumuskan melalui Bahtsul Masail,” pungkasnya.

(Gon)

image_pdfimage_print

Silahkan komentar dengan login FB