image_pdfimage_print

Mojokerto (transversalmedia) – Di tengah kesibukan agenda kerja, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Infar Parawansa menyempatkan mampir untuk membeli makanan khas jajanan onde-onde kota Mojokerto, ia mengaku ketagihan karena makanan tersebut mempunyai rasa yang istimewa. 

“Inikan legend, kalau untuk onde-onde ya kota Mojokerto”, katanya, Khofifah sendiri mampir setelah meresmikan pelantikan di PCNU Kabupaten Mojokerto. Minggu (11/9/2022).

Diketahui, onde-onde Bo Liem memang legendaris yang dirintis sejak tahun 1929, yang mempunyai 4 cabang yang dikelola anak cucunya. Pusat oleh-oleh ini menjadi jujukan orang yang berwisata atau melewati Kota Mojokerto dan Kota Mojokerto itu sendiri sebagai penyangga ibukota Jawa Timur yaitu Surabaya. 

Pemimpin perempuan pertama di Provinsi Jatim, tiba di toko Bo Liem jalan Empunala setelah menghadiri PCNU Kabupaten Mojokerto dan sempat menyapa warga area sekitar toko legendaris tersebut. Ia pun langsung menyapa para karyawan toko yang asyik mengolah jajanan dengan taburan wijen ini, dan langsung memberikan bantuan paket sembako ke para pekerja.

baca juga:  Pemkot Tandatangani MoU Penyelenggaraan GMSC dengan Kemenpan RB

Tanpa canggung, Khofifah, mendekati karyawan yang sedang asyik menggoreng 250 biji onde-onde. Sempat mengobrol dengan karyawan, Ia mengatakan apa yang disampaikan karyawan onde-onde disini banyak rasa bervariasi mulai isi kacang ijo, coklat, keju, hingga rasa taro. “Bo Liem ya ini, sudah lama jadi konsumen di sini, mulai dari dulu. Di instagram ku juga sudah ku unggah lo pagi ini”, jelasnya.

Khofifah mengungkapkan, ia memang berniat mengeksplorasi berbagai kuliner legendaris di Jawa Timur termasuk onde-onde yang dimiliki Kota Mojokerto. Dimana onde-onde tak hanya menjadi buah tangan Mojokerto, melainkan juga di Jawa Timur hingga Indonesia.

“Ini kan legend, kalau orang bilang onde-onde ya Mojokerto. Kalau Bo Liem ini brand yang legendaris lah tak hanya di Jawa Timur tapi juga di Indonesia”, ucap Khofifah.

baca juga:  Harga Stock Pangan Dipastikan Aman

Ia berharap kedepan akan ada teknologi pangan yang mampu memproduksi makanan atau jajanan tanpa pengawet tapi bisa bertahan dalam waktu lama. Lantaran, onde-onde Bo Liem yang acap kali jadi buah tangan ini hanya memiliki masa kadaluarsa maksimal tiga hari.

“Mungkin kedepan akan ada teknologi pangan berikutnya, bisa membuat makanan dan minuman tahan lebih lama tanpa pengawet, jadi bisa lebih dari tiga hari”, ujarnya.

Terpisah, Kadis DiskopUKMperindag Kota Mojokerto Ani Wijaya menambahkan, akan berupaya mengembangkan UMKM kuliner terutama onde-onde untuk mengembangkan inovasi-inovasi. Dengan inovasi teknologi pangan, onde-onde dengan tanpa bahan pengawet atau tanpa menggunakan zat kimia yang berbahaya, namun bisa bertahan lebih lama.

baca juga:  Kota Mojokerto Siap Menghadapi New Normal, Ini Ketentuannya ?

“Ini pekerjaan rumah kita bagaimana mengembangkan dan mencari inovasi teknologi pangan produksi onde-onde tanpa bahan pengawet namun bisa tahan lama kita akan teliti lebih jauh”, pungkasnya.

(Adv/Gon)

image_pdfimage_print

Silahkan komentar dengan login FB