Satpol PP Tertibkan lapak pedagang pasar tanjung anyar

Mojokerto (transversalmedia) – Satuan polisi pamong praja atau satpol pp bersama tim bongkar paksa lapak pedagang pasar tanjung anyar untuk direlokasi yang sudah disediakan. Sebelumnya mereka (pedagang) sudah dilayangkan surat peringatan yang ke tiga atau SP-3 untuk berpindah secara mandiri namun tidak digubris sehingga dilakukannya penertiban persuasif.

“Ini sudah langkah terakhir dan langkahnya SP-1, SP-2, SP-3  dan itu tidak indahkan. Oleh sebab itu sudah upaya terakhir kita lakukan upaya penertiban ini berdasarkan Perda nomor 3 tahun 2021”, kata Kasatpol PP kota Mojokerto Modjari S.Sos. Rabu (23/11/2022).

Pedagang pasar tanjung anyar semakin banyak dan meluber keluar area pasar sehingga mengganggu pengguna jalan seperti contohnya jalan KH Nawawi, Jalan Cokroaminoto, dan Jalan Residen Pamuji.

“Kita kembalikan fungsi utama dari jalan ini (KH Nawawi) yang akan digunakan untuk loading dock (bongkar muat), sisi utara ada sisi penataan parkir sebagaimana rekomendasi dari pelaksanaan penataan forum lalu lintas”, ujarnya.

Mantan Camat Magersari ini juga mengucapkan terima kasih karena mereka tidak melakukan perlawanan. “Kami berterima kasih kepada para pedagang ini sudah melakukan pembongkaran bersama-sama, tidak ada yang kami lakukan persuasif secara represif dengan hasil yang anda lihat saat ini hasil akhirnya”, jelasnya.

Pemerintah kota Mojokerto melalui Diskopukmperindag sudah menyediakan tempat relokasi pasar dan sudah melayani pendataan bagi para pedagang. 

“Bagi yang pedagang yang belum mendaftar gimana pak ?, bagi yang belum mendaftarkan silahkan mendaftar. Kami sudah melakukan proses kok. Prosesnya itu panjang sudah tiga minggu untuk mereka”, tuturnya.

“Adapun bagi para pedagang untuk saat ini belum mendaftar, tetap memberikan arahan. Bagi pedagang tolong merapat ke UPT Pasar bila mana ada tempat pedagang untuk melakukan usaha”, pungkasnya.

Diketahui, dari hasil investigasi transversal media, tim yang turun lapangan yaitu Satpol PP sebagai koordinator di lapangan, Diskopukmperindag, TNI, Polri, dan Dishub. 

(Gon)