Mojokerto (transversalmedia) – Anggota DPRD Kabupaten Mojokerto, H. Winajat, mendengar aspirasi masyarakat terkait pembangunan infrastruktur. Yang mana, kegiatan ini merupakan Reses Tahap II Tahun Anggaran 2026, yang digelar di Desa Wotanmas Jedong, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Jumat (4/9/2026).
Politisi partai berlambang pohon beringin atau Partai Golkar ini mengatakan, reses tidak semestinya hanya menjadi agenda rutin anggota DPRD. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan momentum untuk mengetahui secara langsung kebutuhan masyarakat sekaligus mengawal aspirasi agar dapat masuk dalam perencanaan pembangunan daerah.
Salah satu aspirasi yang menjadi perhatian adalah pembangunan infrastruktur desa. Winajat menyebut sejumlah usulan terkait infrastruktur di Desa Kutogirang telah diperjuangkan. Sementara di Desa Purwojati, pembangunan jalan lingkungan diupayakan melalui skema Bantuan Keuangan (BK).
Selain infrastruktur, sektor pendidikan juga menjadi bagian dari Pokir yang diperjuangkan. Winajat mengungkapkan, dalam Perubahan APBD 2026 terdapat dukungan anggaran sekitar Rp 800 juta untuk SDN Watesnegoro 2 dan SDN Watesnegoro 3.
“Dalam Perubahan APBD tahun 2026, Pokir dewan akan membantu sekolah, SDN Watesnegoro 2 dan SDN Watesnegoro 3”, jelas Wakil Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto yang juga menjabat Ketua DPD Partai Golkar ini.
Ia menegaskan, pembangunan infrastruktur maupun fasilitas pendidikan harus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Karena itu, aspirasi yang disampaikan warga menjadi bahan penting dalam menentukan program pembangunan yang akan diperjuangkan.
“Reses bukan sekadar agenda formal anggota DPRD turun ke daerah pemilihan. Ini momentum untuk mendengarkan langsung persoalan masyarakat dan memastikan aspirasi tersebut bisa diperjuangkan dalam proses perencanaan dan penganggaran,” jelasnya.
Sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Mojokerto, Winajat juga menekankan pentingnya kontribusi politik yang diwujudkan melalui program nyata bagi masyarakat.
“Prinsip Golkar itu adalah karya, berkarya. Kita tidak pernah mengganjal progres atau program pemerintah. Golkar bukan sekadar menang, tapi harus berkontribusi nyata,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Winajat turut menyampaikan perkembangan kepengurusan Partai Golkar Kabupaten Mojokerto. Ia menyebut sekitar 60 persen unsur kepengurusan hasil Musyawarah Daerah (Musda) berasal dari kalangan muda.
Menurutnya, sejumlah kader muda juga telah diberikan ruang untuk menempati posisi strategis dalam organisasi. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong regenerasi di tubuh Partai Golkar Kabupaten Mojokerto.
“Organisasi ini harus terus bergerak. Anak-anak muda harus mendapatkan ruang untuk berkontribusi dan meneruskan perjuangan organisasi”, pungkasnya.
(Adv/Gon)

