Mojokerto (transversalmedia) – Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menekankan pentingnya amanah, integritas, dan profesionalisme dalam pengelolaan ZIS (Zakat, Infak, Sedekah) saat melantik pengurus Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Mojokerto periode 2026–2031 di Pendopo Sabha Kridha Tama Rumah Rakyat jalan Hayam Wuruk Kota Mojokerto. Selasa (3/3/2026).
Dalam surat keputusan Wali Kota Mojokerto dengan nomor : 100.3.3.3/147/147.101.3/2026 tentang Pengurus Badan Zakat Nasional Kota Mojokerto yang memutuskan Ketua ; H Dwi Hariadi SE, Wakil Ketua I ; Muhtadi SE SPd I, MM, Wakil Ketua II ; Drs Akhnan.
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menyampaikan ucapan selamat kepada tiga pengurus yang baru dilantik dan mengakui jumlah pengurus kini berkurang dari lima menjadi tiga orang, namun ia menegaskan bahwa efisiensi tersebut tidak boleh mengurangi kinerja lembaga.
“Saya optimistis meskipun jumlah pengurusnya tiga orang, kinerja BAZNAS tetap maksimal dan tidak mengurangi output maupun kualitas pengelolaan zakat di Kota Mojokerto”, katanya.
Wali Kota Mojokerto yang akrab disapa Ning Ita ini menegaskan, tugas sebagai pengurus BAZNAS merupakan amanah besar karena menyangkut pengelolaan ZIS dari aparatur sipil negara (ASN) maupun masyarakat. Tanggung jawab tersebut tidak hanya kepada publik dan para muzakki, tetapi juga kepada Allah SWT.
“Amanah ini berat karena pertanggungjawabannya bukan hanya kepada masyarakat, tetapi juga kepada Allah SWT. Karena itu harus dijalankan dengan benar dan penuh integritas”, ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya pengelolaan ZIS secara profesional dan modern dengan berbasis data, perencanaan yang matang, serta sistem monitoring dan evaluasi yang jelas agar hasilnya terukur. Transparansi dan akuntabilitas, lanjutnya, menjadi kunci untuk menjaga dan meningkatkan kepercayaan masyarakat.
“Kepercayaan ASN dan masyarakat adalah modal utama. Kalau dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel, maka kepercayaan publik akan semakin meningkat”, tuturnya.
Selain itu, Ning Ita mendorong BAZNAS terus berinovasi dalam menghimpun zakat, tidak hanya mengandalkan kontribusi dari ASN, tetapi juga memperluas partisipasi masyarakat dan badan usaha.
Dalam konteks pembangunan daerah, ia menegaskan BAZNAS merupakan mitra strategis Pemerintah Kota Mojokerto dalam upaya menurunkan angka kemiskinan. Ia menyebut angka kemiskinan Kota Mojokerto terus menunjukkan tren penurunan dan berharap sinergi berbasis data dengan perangkat daerah terkait dapat semakin diperkuat.
Menutup sambutannya, Ning Ita berharap pengurus yang baru dilantik dapat menjalankan amanah hingga akhir masa bakti pada 2031 dengan penuh tanggung jawab serta senantiasa mendapat bimbingan tuhan dalam menjalankan tugasnya.
(Gon)

