Bekasi (transversalmedia) – Upaya menaikkan kualitas sumber daya manusia (SDM) serta mengakselerasi penurunan angka stunting terus diperluas hingga ke tingkat daerah. Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN) berkolaborasi dengan Komisi IX DPR RI kembali menggalakkan sosialisasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) di Gedung Pertemuan Hasbiallah, Kelurahan Perwira, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Rabu (4/11/2026).
Kegiatan edukatif yang diikuti oleh ratusan warga setempat ini diselenggarakan sebagai langkah strategis dalam membentuk keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera. Pendekatan lintas sektor ini menjadi landasan penting untuk menyiapkan generasi unggul dalam mendukung pencapaian Visi Indonesia Emas 2045.
Anggota DPR RI Komisi IX, Ranny Fahd A. Rafiq, yang menyampaikan pemaparannya secara daring mengapresiasi kolaborasi erat antara pihak legislatif dan Kemendukbangga. Ia menegaskan bahwa Komisi IX DPR RI berkomitmen untuk terus mengawal dan memperluas jangkauan edukasi Bangga Kencana ke berbagai wilayah Indonesia demi perlindungan serta penyiapan masa depan anak bangsa.
Sementara itu, Penata Humas Ahli Madya Kemendukbangga/BKKBN, Ratna Juita Razak, menekankan vitalnya intervensi gizi pada masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yakni mulai dari awal masa kehamilan hingga anak genap berusia dua tahun. Ia mengimbau para ibu hamil untuk memperhatikan gizi harian, salah satunya memanfaatkan bahan pangan lokal berkonsep sehat seperti daun kelor yang kaya zat besi dan vitamin C untuk menanggulangi anemia serta menyokong tumbuh kembang janin.
Lebih lanjut, Ratna menjelaskan bahwa Kemendukbangga telah meluncurkan serangkaian program prioritas (quick wins) guna merespons tantangan dinamika kependudukan saat ini. Program-program inovatif tersebut meliputi Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), hingga program Lansia Berdaya (SIDAYA) yang disertai pembekalan akhlak agama bagi setiap orang tua.
Dalam kesempatan yang sama, Pranata Humas Ahli Muda Kemendukbangga Jawa Barat, Roy Primera, memaparkan transformasi kelembagaan BKKBN menjadi Kemendukbangga di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Perubahan ini memperluas ruang lingkup kerja lembaga agar tidak sekadar berfokus pada Keluarga Berencana (KB), melainkan memantau seluruh siklus hidup manusia dari fase balita hingga lanjut usia.
Melalui sosialisasi Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), Roy mengajak para suami untuk mengambil peran aktif dalam pengasuhan anak dan mendampingi istri. Keterlibatan emosional serta alokasi waktu dari sosok ayah dinilai sangat krusial dalam memberikan kasih sayang dan pembentukan karakter anak sejak dini di lingkungan keluarga.
Menutup rangkaian materi, Kepala UPTD PP Kecamatan Bekasi Utara, Ihat Siti Hodijah, memaparkan kemudahan akses pelayanan KB gratis dari pemerintah di fasilitas kesehatan terdekat, baik metode jangka pendek maupun jangka panjang seperti MOW dan MOP. Tingginya kesadaran masyarakat Bekasi Utara ditunjukkan dengan tercapainya 25 peserta MOP tahun ini, serta beroperasinya 4 Sekolah Lansia sebagai bagian dari realisasi program SIDAYA.
(Gon)

