Cegah Stunting sejak Dini, Kemendukbangga Kenalkan Manfaat Daun Kelor untuk Ibu Hamil di Bekasi

Bekasi (transversalmedia) – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) / BKKBN bersama mitra kerja terus mengintensifkan sosialisasi program Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana) di seluruh penjuru Tanah Air. Langkah masif ini bertujuan mendongkrak kualitas hidup masyarakat, mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul yang mandiri dan sejahtera, serta mengakselerasi penurunan angka stunting.

Salah satu rangkaian kegiatan tersebut dihelat di Gedung Pertemuan Hasbiallah, Jalan Lingkar Utara RT 01/RW 024, Kelurahan Perwira, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, pada siang hari, Rabu (4/11/2026).

Acara yang dihadiri oleh ratusan peserta ini menghadirkan sejumlah narasumber kompeten, di antaranya Anggota DPR RI Ranny Fahd A. Rafiq; Penata Humas Ahli Madya Kemendukbangga/BKKBN Ratna Juita Razak, S.E., M.Ikom.; Pranata KKB Ahli Muda Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan Jawa Barat Reni Yuliastanti, S.Sos.; serta Kepala UPTD PP Kecamatan Medansatria Awis Puroni, S.Kep.

Rangkaian acara dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars KB, sebelum kemudian berlanjut ke sesi pemaparan materi dari para narasumber.

Dalam paparannya, Ratna Juita Razak mengapresiasi antusiasme tinggi para peserta yang hadir. Ia menegaskan bahwa program Bangga Kencana merupakan instrumen investasi strategis dalam pembangunan SDM demi menyongsong visi Indonesia Emas 2045.

“Pencegahan stunting harus dimulai sejak masa kehamilan sebagai bagian krusial dari 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK)—yaitu dari awal kehamilan hingga anak berusia dua tahun—dengan memastikan asupan gizi yang optimal. Guna mencegah stunting, ibu hamil juga diperbolehkan mengonsumsi alternatif makanan sehat seperti daun kelor, asalkan diolah dengan benar dan tidak dikonsumsi berlebihan,” ujar Ratna.

Ia merinci, daun kelor memiliki banyak manfaat bagi ibu hamil, seperti mencegah serta mengatasi anemia berkat kandungan zat besi dan vitamin C yang mendongkrak kadar hemoglobin (sel darah merah). Selain itu, nutrisi seperti vitamin B6, zat besi, dan asam amino di dalamnya turut mendukung tumbuh kembang organ serta sistem saraf janin.

Lebih lanjut, Ratna memaparkan sejumlah program prioritas atau quick wins Kemendukbangga/BKKBN guna menjawab tantangan kependudukan masa kini, meliputi:

  • GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting)
  • TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak)
  • GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia)
  • SIDAYA

“Program TAMASYA, GATI, GENTING, dan SIDAYA dirancang untuk menjawab tantangan pembangunan keluarga di Indonesia. Selain itu, ditekankan pula pentingnya pendidikan akhlak serta agama bagi calon ibu maupun calon ayah,” tambahnya.

Sementara itu, Anggota DPR RI Ranny Fahd A. Rafiq yang hadir secara daring via Zoom menekankan bahwa keberhasilan program Kemendukbangga ini tidak lepas dari eratnya kerja sama dan kolaborasi antara pemerintah dengan Komisi IX DPR RI.

“Hingga saat ini, Kemendukbangga/BKKBN bersama mitra kerja Komisi IX DPR RI terus aktif turun ke berbagai daerah untuk menggalakkan program Bangga Kencana demi mewujudkan Generasi Emas 2045,” pungkasnya.

Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terpopuler